Gaya Hidup

Buku Baru 'Sejarah Indonesia' Terapkan Perspektif Indonesia-Sentris

Bagikan:
Sampul seri buku Sejarah Indonesia dengan pendekatan Indonesia-sentris

Seri buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global diluncurkan dengan pembaruan metodologi dan perspektif penulisan pada Senin, 31 Agustus 2026 di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta Pusat. Penyusunan buku menggunakan pendekatan multidisipliner dan perspektif Indonesia-sentris untuk memperkaya narasi kebangsaan dan menampung temuan riset terbaru.

Kebaruan metodologi

Perwakilan Editor Umum Singgih Tri Sulistiyono menjelaskan bahwa seri ini menekankan kebaruan metodologi. Penelitian dilakukan dengan metode sejarah yang ketat untuk memastikan narasi dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.

Pertama adalah kebaruan metodologi, di samping kita mengupayakan penelitian dengan menggunakan metode sejarah yang rigid. Kemudian juga perspektif yang kita kembangkan menggunakan multidisipliner dan pendekatan Indonesia-sentris

Perspektif Indonesia-sentris dan peran sejarawan

Singgih menyatakan pendekatan Indonesia-sentris memberi ruang lebih besar kepada pelaku sejarah di dalam narasi. Pendekatan ini juga memberi otonomi kepada sejarawan untuk menggali data lokal dan menyusun interpretasi yang relevan dengan konteks kebangsaan.

Sejarah itu bukan untuk masa lampau sendiri, tetapi sejarah itu untuk menyelesaikan masalah kekinian dan untuk kejayaan di masa depan. Oleh sebab itu, salah satu perspektif yang kita kembangkan adalah menggunakan sejarah politik sebagai benang merah

Dengan menjadikan sejarah politik sebagai benang merah, buku ini mencoba melihat perjalanan Indonesia dari masa awal hingga era kontemporer untuk memperkuat pemahaman publik mengenai identitas dan pengalaman berbangsa.

Perkayaan substansi: temuan riset dan arkeologi

Selain metodologi, pembaruan juga menyasar substansi. Singgih memaparkan bahwa selama lebih dari dua dekade muncul banyak penelitian akademik — tesis, disertasi, jurnal, hingga hasil arkeologi — yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam narasi sejarah kebangsaan.

Temuan arkeologi terkait peradaban Nusantara dipandang penting karena menunjukkan kemampuan masyarakat masa lalu dalam membangun peradaban dan karya seni. Bukti-bukti tersebut dimasukkan untuk memperkaya dan menyeimbangkan perspektif historis.

Dampak ruang digital dan harapan ke depan

Singgih juga mengingatkan peran sejarah di tengah derasnya arus informasi digital. Beragam narasi yang beredar dapat memengaruhi cara masyarakat memandang identitas dan perjalanan bangsa.

Harapannya dengan perspektif Indonesia-sentris, narasi sejarah yang dihasilkan nanti dapat mendukung semangat mobilitas sebagai sebuah bangsa. Kita tahu pada periode sekarang, kebebasan informasi digital memiliki kekuatan tertentu yang bisa menyebabkan narasi mengarah pada disintegrasi

Dengan pembaruan metodologi dan substansi, seri buku ini diharapkan menghadirkan narasi yang lebih kaya dan relevan. Singgih mendorong agar riset-riset berikutnya terus memperluas temuan yang belum terakomodasi sehingga sejarah menjadi pijakan untuk memahami masa kini dan membangun masa depan.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait