Teknologi

NASA dan SpaceX Tunda Peluncuran Crew-13 Setelah Kebocoran Oksidator

Bagikan:
Roket Falcon 9 dan wahana Dragon di pad peluncuran sebelum misi Crew-13

NASA dan SpaceX menunda peluncuran misi Crew-13 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) setelah tim menemukan kebocoran oksidator pada sistem propulsi wahana antariksa Dragon saat pemeriksaan pra-peluncuran. Penyesuaian jadwal diumumkan Minggu, 30 Agustus 2026, sementara tim melakukan pengujian tambahan dan peninjauan data untuk memastikan penyebab kebocoran.

Penyebab dan langkah perbaikan

Pemeriksaan standar sebelum lepas landas mendeteksi kebocoran pada sistem propulsi yang menggunakan oksidator. Tim teknis kini menjalankan pengujian tambahan untuk menelusuri sumber masalah. Semua perbaikan yang diperlukan harus diselesaikan sebelum penjadwalan ulang peluncuran.

Pihak proyek menyatakan bahwa tanggal peluncuran baru akan diumumkan setelah tim memastikan sistem aman dan layak terbang. Hingga pengumuman itu, misi tetap dalam status ditunda untuk keselamatan awak dan kendaraan.

Kru misi dan peran

Misi Crew-13 akan membawa empat awak ke ISS menggunakan wahana Dragon yang diluncurkan oleh roket Falcon 9. Peluncuran semula direncanakan dari Space Launch Complex 40, Cape Canaveral Space Force Station, Florida.

  • Jessica Watkins — Komandan wahana
  • Luke Delaney — Pilot
  • Joshua Kutryk — Spesialis misi (Badan Antariksa Kanada)
  • Sergey Teteryatnikov — Spesialis misi (Roscosmos)

Setelah tiba di ISS, keempat awak akan bergabung dengan tim Ekspedisi 75.

Persiapan pra-peluncuran

Sebelum lepas landas, awak dijadwalkan menjalani karantina sekitar dua pekan di Johnson Space Center NASA di Houston. Karantina ini merupakan bagian dari protokol persiapan penerbangan untuk mengurangi risiko kesehatan bagi kru dan stasiun.

Dampak dan langkah selanjutnya

Penundaan ini berdampak pada jadwal operasi misi dan persiapan logistik, tetapi pihak terkait menekankan keselamatan sebagai prioritas utama. Setelah investigasi selesai dan perbaikan dilakukan, tim akan mengumumkan tanggal peluncuran baru.

Kelanjutan misi bergantung pada hasil pengujian tambahan dan verifikasi sistem propulsi. Sampai ada pengumuman resmi berikutnya, aktivitas pra-peluncuran akan difokuskan pada pemeriksaan teknis dan kesiapan awak.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait