NASA Resmikan Antena DSS-23 di Goldstone untuk Komunikasi Antariksa
NASA meresmikan antena baru Deep Space Station 23 (DSS-23) di kompleks Deep Space Network (DSN) Goldstone, California, pada 25 Agustus 2026. Peresmian ini merupakan bagian dari Aperture Enhancement Project yang bertujuan memperkuat kapasitas komunikasi antariksa.
Pembaruan jaringan DSN dan peresmian
Mengutip pernyataan resmi NASA pada 1 September 2026, upacara pemotongan pita dihadiri oleh pimpinan NASA, Jet Propulsion Laboratory (JPL), dan tim DSN. DSS-23 adalah tambahan terbaru pada rangkaian peningkatan yang sudah berjalan sejak 2009.
Proyek peningkatan ini menambah total enam antena multifrequency berjenis beam-waveguide dengan diameter 34 meter. Penambahan antena dirancang untuk mengatasi kebutuhan komunikasi misi antariksa yang terus meningkat.
Spesifikasi dan kemampuan DSS-23
Antena DSS-23 memiliki kemampuan beroperasi pada beberapa pita frekuensi radio, sehingga fleksibel dalam mendukung berbagai jenis misi. Diameter antena tercatat 34 meter, atau sekitar 114 kaki, sesuai spesifikasi proyek.
Kemampuan multifrekuensi ini memungkinkan DSS-23 menerima data ilmiah dari wahana jauh dan mengirimkan perintah dengan keandalan lebih baik. Dengan begitu, jaringan DSN dapat melayani lebih banyak misi secara simultan.
Peran DSN dan pengelolaan oleh JPL
Deep Space Network berfungsi menjejak dan berkomunikasi dengan wahana antariksa yang berada jauh dari Bumi. Jaringan ini tidak hanya mengirim perintah, tetapi juga menerima data ilmiah dan telemetri dari pesawat ruang angkasa.
- Melacak posisi wahana antariksa di luar angkasa
- Mengirim perintah operasional ke wahana
- Menerima dan menyalurkan data ilmiah ke tim misi
Pengelolaan DSN berada di bawah Jet Propulsion Laboratory (JPL), yang merupakan bagian dari California Institute of Technology (Caltech) di California Selatan.
Implikasi dan langkah ke depan
Dengan bertambahnya DSS-23, DSN diharapkan lebih siap melayani misi antariksa yang semakin kompleks dan padat data. Penambahan antena ini juga memperbesar redundansi jaringan, sehingga mengurangi risiko gangguan komunikasi saat dimulainya misi-misi baru.
Ke depan, integrasi DSS-23 bersama antena lain dalam proyek Aperture Enhancement Project akan terus diuji agar pelayanan komunikasi antariksa tetap andal seiring meningkatnya kebutuhan ilmiah dan operasional.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
NASA Siapkan SunRISE Pantau Ledakan Matahari 2027
NASA menargetkan peluncuran misi SunRISE pertengahan 2027 untuk memantau gelombang radio ledakan Matahari da...
Hari Komunikasi Damai: Etika Komunikasi Digital yang Diperlukan
Peringatan 7 Oktober mendorong etika komunikasi digital untuk mencegah kebencian, misinformasi, dan perundun...
NASA Uji Metode Hadapi Tetesan Air Superdingin di Awan
NASA menguji metode baru di Icing Research Tunnel untuk memahami dan mengatasi bahaya pembentukan es dari te...
HP OmniBook 5 Tantang MacBook Neo di Segmen Laptop Terjangkau
HP OmniBook 5 diluncurkan 5 Oktober 2026 dan menantang MacBook Neo lewat layar OLED, pilihan prosesor, dan k...
Apa Itu Black Hole? Fakta Ilmiah dan Penjelasan NASA
Ringkasan definisi black hole, event horizon, accretion disk, dan cara astronom mengamatinya menurut penjela...
Pemeriksaan Ci Mehong Soroti Bahaya Manipulasi Konten Digital
Pemeriksaan Ci Mehong di Polda Metro menyoroti risiko manipulasi konten digital yang mengubah konteks dan me...