Teknologi

Warna Kemasan Pengaruhi Dugaan Rasa Makanan

Bagikan:
Ilustrasi permen berbungkus warna berbeda yang memengaruhi persepsi rasa konsumen

Warna kemasan bisa membuat konsumen menebak rasa sebelum mencicipi makanan, tetapi tidak selalu mengubah rasa yang benar-benar dirasakan. Temuan ini berasal dari penelitian yang dipublikasikan pada 2018 di Food Quality and Preference, yang menelaah hubungan antara warna bungkus permen dan persepsi rasa.

Ringkasan temuan utama

Penelitian menunjukkan bahwa orang cenderung mengaitkan warna kemasan dengan rasa tertentu berdasarkan pengalaman sebelumnya. Contohnya, bungkus permen berwarna hijau sering dikira berasa mint, sementara untuk minuman warna hijau lebih sering dikaitkan dengan lemon atau jeruk nipis.

Metode dan hasil eksperimen

Untuk menguji apakah dugaan itu memengaruhi pengalaman sebenarnya, peneliti menggunakan permen gula putih tanpa rasa yang dibungkus dalam kertas berwarna berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa warna bungkus sedikit atau hampir tidak memengaruhi rasa yang dirasakan peserta saat mencicipi.

Selain itu, warna kemasan tidak membuat peserta lebih yakin bahwa permen memiliki rasa tertentu, serta tidak banyak mengubah penilaian terhadap tingkat manis atau kesukaan terhadap permen.

Warna makanan lebih kuat memengaruhi persepsi

Penelitian juga menemukan perbedaan antara pengaruh warna kemasan dan warna makanan itu sendiri. Ketika warna terlihat langsung pada makanan, peserta lebih mudah menghubungkannya dengan rasa tertentu. Dengan kata lain, warna pada makanan memiliki pengaruh yang lebih kuat daripada warna pada bungkus.

Kenapa warna memengaruhi dugaan rasa?

Para peneliti menjelaskan bahwa otak menggunakan pengalaman sebelumnya untuk membuat perkiraan cepat tentang rasa. Jika seseorang sering melihat makanan hijau dengan rasa mint, asosiasi warna-hubungan rasa itu akan lebih kuat. Namun asosiasi ini tidak selalu universal karena pengalaman, kebiasaan, dan lingkungan setiap orang berbeda.

Implikasi untuk produsen dan konsumen

Temuan ini penting bagi produsen makanan dan minuman yang merancang kemasan. Warna kemasan bukan hanya soal estetika; warna juga memberi petunjuk awal kepada konsumen tentang apa yang mereka harapkan dari produk tersebut. Namun, produsen tidak boleh mengandalkan warna kemasan semata untuk mengubah pengalaman rasa konsumen.

Pada level konsumen, reaksi otomatis terhadap warna—misalnya mengira permen hijau berasa mint—adalah wajar dan berbasis pengalaman. Meski demikian, keputusan rasa akhir tetap bergantung pada komposisi dan sifat fisik makanan itu sendiri.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait