Bulog Pastikan Stok Beras Aman Meski Ancaman El Niño
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan ketersediaan beras nasional tetap aman meski ada ancaman El Niño. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Rabu, 1 September 2026, sekaligus menjawab kekhawatiran publik terkait distribusi bantuan beras untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Data stok dan perhitungan nasional
Rizal memaparkan besaran stok Bulog yang menurutnya cukup untuk memenuhi kebutuhan darurat dan kebutuhan nasional. Ia menyebut angka stok nasional berada di kisaran puluhan juta ton, setelah memperhitungkan penyaluran bantuan.
Angka yang disampaikan: Bulog sempat mencapai 5,4 juta ton stok, kemudian dikurangi untuk kebutuhan bantuan sehingga tersisa sekitar 4,969 juta ton. Selain itu, data dari Kementerian Pertanian menunjukkan volume standing crop padi 10–11 juta ton yang siap panen.
Dengan memasukkan stok rumah tangga, hotel, restoran, dan kafe (horeka) sekitar 10 juta ton, total ketersediaan beras nasional mencapai sekitar 25 juta ton. Sementara konsumsi nasional diperkirakan 22,5 juta ton.
Respons Bulog terhadap bencana dan penyaluran bantuan
Bulog tetap menyalurkan bantuan beras ke daerah terdampak gempa di NTT. Rizal menegaskan distribusi tersebut tidak mengancam ketahanan stok nasional karena jumlah bantuan relatif kecil dibanding total stok.
"Apakah tidak membahayakan apabila ini banyak dikirim ke daerah bencana seperti totalnya adalah 67.796 ton, ini belum ada apa-apanya belum ada seper sepuluhnya dari stok kita hari ini. Stoknya nasional totalnya adalah 4,9 juta ton hampir 5 juta ton karena kemarin bahkan kita sudah mencapai 5,4 juta ton,"
Rizal juga menyatakan bantuan berkelanjutan telah diberikan kepada kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, termasuk yang tidak terdampak langsung bencana. Ia melaporkan lebih dari 5.000 ton beras telah disalurkan kepada masyarakat rentan.
Proyeksi panen dan implikasi untuk ketahanan pangan
Rizal memaparkan proyeksi panen yang menambah rasa aman pasokan. Ia menyebut panen raya di beberapa wilayah jatuh pada 27 Maret 2026, dan panen besar berikutnya diperkirakan Maret 2027.
"Seluruh masyarakat Tanah Air tidak perlu bimbang dan ragu menghadapi nanti El Niño yang dinamakan katanya El Niño Godzilla. Nah 5,4 juta itu diambil dengan kebutuhan bantuan pangan lebih kurang 1 juta ton oleh karena itu sekarang tinggal lebih kurang 4,969 juta ton,"
Dengan ritme panen tersebut, Bulog menilai stok cukup hingga memenuhi kebutuhan sampai periode panen berikutnya. Hal ini menjadi dasar pemerintah dan lembaga terkait untuk terus memantau pasokan dan memastikan distribusi tepat sasaran.
Ke depan, pemeriksaan stok berkala dan koordinasi antarinstansi tetap diperlukan agar pasokan beras stabil saat musim kemarau dan potensi gangguan iklim seperti El Niño berlanjut.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
ID FOOD Kirim 40 Ton Karkas Ayam Layer ke Makassar dan Papua
ID FOOD kirim 40 ton karkas ayam layer ke Makassar dan Papua untuk membuka akses pasar bagi peternak ayam pe...
IHSG Melemah 0,28% saat Jeda Siang, Tekanan dari Kenaikan Minyak
IHSG turun 0,28% pada jeda siang 2 Sept 2026 ke level 6.581,44; kenaikan harga minyak dan ketidakpastian suk...
Harga Emas UBS dan Galeri24 Turun, Rincian Harga 2 Sept 2026
Harga emas Galeri24 dan UBS turun pada 2 Sept 2026; Galeri24 -Rp38.000/gram ke Rp2.568.000, UBS -Rp46.000/gr...
IHSG Menguat 0,39% ke 6.625 pada Awal Perdagangan Rabu
IHSG menguat 0,39% ke 6.625,39 pada awal perdagangan Rabu dengan sektor teknologi sebagai pendorong utama da...
DJP Tindak 38 Perusahaan Baja, Opsi Ultimum Remedium Dibuka
DJP menindak 38 dari 40 perusahaan baja yang diduga melanggar pajak; proses masih berjalan dan potensi pener...
Bulog Bantah Beras Penyumbang Inflasi: Kontribusi 0,02%
Bulog menyatakan beras bukan penyumbang inflasi karena kontribusi hanya 0,02%. Kenaikan terfokus pada beras...