IHSG Melemah 0,28% saat Jeda Siang, Tekanan dari Kenaikan Minyak
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah pada jeda siang perdagangan Rabu, 2 September 2026. Hingga penutupan sesi I, IHSG berada di level 6.581,44, turun 18,49 poin (0,28%), dipengaruhi kekhawatiran kenaikan harga minyak dan sentimen global.
Pergerakan intraday dan data teknikal
Indeks sempat dibuka menguat sekitar 0,39% ke level 6.625, namun merosot hingga menyentuh posisi terendah di 6.561 sebelum penutupan sesi I. Pergerakan ini sesuai dengan proyeksi rumah usaha sekuritas yang mengantisipasi koreksi wajar.
Proyeksi BNI Sekuritas
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai tekanan pasar kemungkinan mendorong koreksi wajar hari ini. Ia memperkirakan level support dan resistansi yang bakal jadi acuan teknikal investor.
"IHSG berpotensi koreksi wajar hari ini. Level support akan bergerak di rentang 6.540-6.570 dan level resistansi di rentang 6.620-6.700,"
Faktor global: minyak, obligasi, dan pasar AS
Kenaikan harga minyak menjadi pemicu utama pelemahan. Harga WTI naik sekitar 5,2% dan Brent meningkat 4,6% sejak awal pekan, menyusul laporan serangan terhadap target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran.
"Bursa saham di Amerika Serikat anjlok pada Selasa kemarin. Dow Jones Industrial Average ambles lebih dari 400 poin,"
Kenaikan minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong imbal hasil obligasi AS naik. Kondisi ini kembali menempatkan perhatian pasar pada arah kebijakan suku bunga The Fed.
"Di sisi lain, The Fed dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan berikutnya dalam dua pekan mendatang. Selain itu, pasar masih menunggu laporan data tenaga kerja nonfarm payrolls (NFP) Agustus yang akan dirilis pada Jumat mendatang,"
Sentimen regional dan domestik
Pelemahan juga tercermin di bursa Asia, dengan mayoritas indeks melemah kecuali Taiwan dan Korea Selatan. Indeks tercatat: Nikkei -0,15%, Hang Seng -0,93%, Taiex +1,8%, dan KOSPI +0,23%.
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada data inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi CPI Agustus 2026 sebesar 0,21% secara bulanan dan 3,19% secara tahunan, naik dari level tahunan sebelumnya 2,88%.
Aliran dana asing dan sektor unggulan
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditopang aksi beli investor asing senilai sekitar Rp1,76 triliun. Saham yang paling banyak dibeli asing antara lain:
- BBRI
- BBCA
- BMRI
- TPIA
- CPIN
Perpaduan tekanan global dan data domestik membuat pasar berhati-hati menjelang rilis data tenaga kerja AS dan keputusan kebijakan The Fed. Investor akan terus memantau perkembangan geopolitik dan laporan ekonomi yang bisa mengubah sentimen dalam beberapa hari ke depan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...