Hiburan

Bapakmu Kiper Angkat Tarkam dan Drama Ayah-Anak

Bagikan:
Poster film Bapakmu Kiper menampilkan suasana tarkam dan hubungan ayah-anak

Bapakmu Kiper adalah film yang mengangkat kehidupan sepak bola antarkampung atau tarkam sekaligus drama hubungan ayah-anak. Film ini akan tayang serentak di bioskop mulai 3 September 2026 dan diperkenalkan publik pada press screening di XXI Metropole, Jakarta, 1 September 2026.

Tarkam ke layar lebar

Produksi Entelekey Media Indonesia dan Entelekey Sinema Indonesia memadukan pertandingan dan konflik sosial di pinggir lapangan. Cerita menampilkan rivalitas antarkampung, gengsi, hingga kebiasaan saweran yang kerap mewarnai acara tarkam.

Sutradara Ody Harahap menyatakan ketertarikannya pada dunia itu karena banyak sisi yang belum diangkat ke layar lebar.

"Di balik pertandingan, ada persaingan, ada hiburan, bahkan fenomena unik seperti saweran,"

Ody mengatakan dinamika tersebut memberi kedalaman cerita, sehingga pertandingan tak hanya soal skor, tetapi juga tentang harapan dan relasi sosial.

Plot: konflik dan rekonsiliasi ayah-anak

Di tengah atmosfir tarkam, film menghadirkan konflik keluarga melalui tokoh Dino dan Warto. Dino, remaja 18 tahun, menyimpan amarah kepada ayahnya dan menuduh Warto bertanggung jawab atas kematian ibu mereka.

Kesempatan mengikuti Tarkam Super Cup membuka peluang Dino untuk mengejar mimpi menjadi pesepak bola profesional. Namun timnya direbut menjelang babak final, sehingga Warto membentuk tim baru dengan pemain senior untuk mengembalikan peluang itu.

Peristiwa itu memaksa kedua karakter berhadapan kembali dengan luka lama dan memberi ruang untuk berbaikan.

"Memaafkan enggak akan selalu jadi proses yang mudah, tapi selalu layak untuk diusahakan,"

kata Ali Fikry tentang perjalanan karakter Dino.

Deretan pemain dan produksi

Selain Ali Fikry dan Fedi Nuril, film ini menampilkan Tanta Ginting, Augie Fantinus, serta King Polo yang dikenal sebagai figur Raja Tarkam. Naskah ditulis Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut.

Garnet Geraldine Tanja, Direktur Utama ESI sekaligus produser, menegaskan keotentikan dunia tarkam sebagai alasan memilih tema ini.

"Tarkam itu bukan cuma soal menang kalah di lapangan. Ada gengsi kampung, ada drama di pinggir lapangan, bahkan ada saweran yang bikin suasana makin seru. Semua bumbu itu yang justru bikin kami yakin ceritanya akan dekat di hati penonton Indonesia,"

Fedi Nuril menambahkan bahwa karakter Warto menggambarkan banyak ayah yang perannya tak selalu terlihat tapi krusial bagi keluarga.

"Warto ini kayak gambaran banyak ayah di luar sana, yang perannya sering nggak kelihatan tapi sebenarnya paling krusial,"

Pesan dan harapan

ESI menempatkan Bapakmu Kiper sebagai proyek produksi mandiri pertama dengan tujuan menggambarkan akar rumput sepak bola Indonesia. Film ini juga menyodorkan pesan tentang kesempatan kedua dan pentingnya berdamai dengan masa lalu.

Dengan kombinasi pertandingan tarkam dan konflik keluarga, film diharapkan mampu menarik penonton luas yang tertarik pada sepak bola lokal sekaligus kisah emosional keluarga.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait