Ekonomi

HR CPO September Naik 1,10% jadi USD1.007,51 per MT

Bagikan:
Grafik pergerakan harga CPO dan kenaikan HR CPO September 2026

Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Referensi (HR) Crude Palm Oil (CPO) periode September 2026 sebesar USD1.007,51 per metrik ton (MT). Angka ini naik USD10,99 atau 1,10% dibandingkan Agustus 2026. Pemerintah juga menentukan Bea Keluar (BK) sebesar USD148 per MT dan Pungutan Ekspor (PE) 12,5% sehingga besaran PE periode ini mencapai USD125,9389 per MT. Keputusan diumumkan di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Penetapan HR CPO dan komponen pungutan

Penetapan HR CPO didasarkan pada rata-rata harga selama 20 Juli—19 Agustus 2026. Perhitungan menggunakan dua bursa karena selisih rata-rata tiga sumber harga melebihi ambang batas yang diatur pemerintah.

Perhitungan akhir menunjukkan rata-rata Bursa CPO Indonesia sebesar USD904,75 per MT dan Bursa CPO Malaysia USD1.110,27 per MT, sehingga HR CPO menggunakan kedua referensi tersebut. Besaran BK mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan yang berlaku.

"HR CPO periode September 2026 naik dibandingkan periode Agustus 2026. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan yang berlaku, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD 148 per MT," kata Tommy Andana, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag.

Dasar hukum

Penetapan beberapa komponen merujuk pada sejumlah regulasi kementerian keuangan dan perdagangan. BK CPO periode September 2026 merujuk pada PMK Nomor 38 Tahun 2024 jo. PMK Nomor 68 Tahun 2025. Sementara penetapan PE mengacu pada PMK Nomor 69 Tahun 2025 jo. PMK Nomor 9 Tahun 2026.

Harga komoditas lain

Kemendag juga menetapkan kenaikan pada komoditas lain. HR biji kakao periode September 2026 ditetapkan sebesar USD5.635,76 per MT, naik USD210,79 atau 3,89% dari periode sebelumnya. Sedangkan HPE biji kakao naik menjadi USD5.271 per MT, meningkat USD206 atau 4,07%.

"HPE dan HR dihitung dengan memperhatikan kondisi pasar, perkembangan biaya logistik internasional, serta dinamika perdagangan dunia. Kenaikan HR dan HPE biji kakao periode September 2026 terjadi karena adanya penurunan produksi," ujar Tommy.

Kenaikan HPE juga terlihat pada getah pinus, yang naik 3,85% menjadi USD1.052 per MT.

Penyebab dan implikasi

Pemerintah menyebut kenaikan HR dan HPE biji kakao dipicu penurunan produksi di kawasan penghasil utama akibat serangan hama dan cuaca buruk terkait fenomena El Niño di Afrika Barat. Perubahan HR dan HPE mempengaruhi besaran pungutan ekspor dan potensi penerimaan negara dari komoditas terkait.

Komoditas Nilai (USD/MT) Perubahan
HR CPO (Sept 2026) 1.007,51 +1,10% (vs Agustus)
Bursa CPO Indonesia (rata-rata) 904,75
Bursa CPO Malaysia (rata-rata) 1.110,27
Bea Keluar CPO 148,00
PE CPO (12,5%) 125,9389
HR biji kakao 5.635,76 +3,89%
HPE biji kakao 5.271,00 +4,07%
HPE getah pinus 1.052,00 +3,85%

Ke depan, pemerintah akan terus memantau pergerakan harga internasional dan kondisi produksi global untuk menyesuaikan kebijakan pungutan ekspor. Perubahan HR dan HPE menjadi indikator penting bagi pelaku usaha dan pemangku kepentingan industri komoditas ekspor.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait