Rocket Lab Siapkan Peluncuran Satelit Radar Jepang ke Orbit
Rocket Lab akan meluncurkan satelit radar milik perusahaan Jepang, Synspective, pada Rabu, 2 September 2026 dari fasilitasnya di Selandia Baru. Peluncuran dijadwalkan pukul 07.00 waktu AS atau sekitar 18.00 WIB, menggunakan roket Electron untuk mengangkut satu unit satelit Strix ke orbit pada ketinggian sekitar 575 kilometer.
Jadwal dan profil misi
Jika berjalan sesuai rencana, tahap atas roket Electron akan melepaskan satelit Strix sekitar 56 menit setelah lepas landas. Operasi peluncuran berlangsung dari landasan Rocket Lab di Selandia Baru dengan target penempatan di orbit rendah Bumi.
Satelit Strix dan teknologi SAR
Satelit yang dibawa adalah satu unit Strix milik Synspective, sebuah perusahaan pencitraan Bumi asal Tokyo. Strix dilengkapi teknologi synthetic aperture radar (SAR) yang memungkinkan pemantauan permukaan Bumi pada siang maupun malam hari.
Teknologi SAR juga memungkinkan pengamatan berlangsung dalam kondisi cuaca berkabut, berawan, atau hujan, sehingga data citra dapat diperoleh secara lebih konsisten dibanding sensor optik biasa.
Konstelasi dan kapasitas pengamatan
Strix merupakan bagian dari rencana Synspective membangun konstelasi sekitar 30 satelit di orbit rendah Bumi. Konstelasi ini dirancang untuk mempercepat pemantauan perubahan permukaan Bumi, termasuk saat terjadi peristiwa darurat seperti gempa dan banjir.
Hingga kini, sebanyak 10 satelit Strix telah berhasil ditempatkan di orbit menggunakan roket Electron. Setelah peluncuran kali ini, Rocket Lab masih tercatat memiliki 16 misi tambahan yang akan mendukung penempatan satelit-satelit milik Synspective.
Manfaat data dan aplikasi
Data dari satelit Strix akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, antara lain pemantauan bencana, pengelolaan sumber daya alam, serta analisis perkembangan wilayah perkotaan. Dengan frekuensi pengamatan yang tinggi, pihak terkait diharapkan dapat merespons perubahan secara lebih cepat dan terinformasi.
Secara keseluruhan, misi ini menandai peluncuran Electron ke-12 pada 2026 dan menjadi peluncuran ke-85 bagi roket tersebut secara total. Keberhasilan penempatan satelit pada ketinggian yang direncanakan akan memperkuat kapabilitas konstelasi Strix dalam memberikan data pemantauan berkelanjutan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
NASA Siapkan SunRISE Pantau Ledakan Matahari 2027
NASA menargetkan peluncuran misi SunRISE pertengahan 2027 untuk memantau gelombang radio ledakan Matahari da...
Hari Komunikasi Damai: Etika Komunikasi Digital yang Diperlukan
Peringatan 7 Oktober mendorong etika komunikasi digital untuk mencegah kebencian, misinformasi, dan perundun...
NASA Uji Metode Hadapi Tetesan Air Superdingin di Awan
NASA menguji metode baru di Icing Research Tunnel untuk memahami dan mengatasi bahaya pembentukan es dari te...
HP OmniBook 5 Tantang MacBook Neo di Segmen Laptop Terjangkau
HP OmniBook 5 diluncurkan 5 Oktober 2026 dan menantang MacBook Neo lewat layar OLED, pilihan prosesor, dan k...
Apa Itu Black Hole? Fakta Ilmiah dan Penjelasan NASA
Ringkasan definisi black hole, event horizon, accretion disk, dan cara astronom mengamatinya menurut penjela...
Pemeriksaan Ci Mehong Soroti Bahaya Manipulasi Konten Digital
Pemeriksaan Ci Mehong di Polda Metro menyoroti risiko manipulasi konten digital yang mengubah konteks dan me...