KAI Sepakati Kajian Pengembangan Kereta Api di Bali
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menandatangani kesepakatan bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung untuk mengkaji pengembangan jaringan kereta api di Bali. Penandatanganan itu berlangsung pada 1 September 2026 sebagai langkah awal perencanaan transportasi berbasis rel. Kesepakatan ditujukan untuk mendukung mobilitas pariwisata dan respons terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Penandatanganan dan pihak terkait
Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan Gubernur Bali Wayan Koster. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa juga menyepakati pelaksanaan kajian awal pembangunan jaringan kereta. Acara ini menandai dimulainya kolaborasi teknis antara operator nasional dan pemerintah daerah.
Data mobilitas dan kondisi ekonomi Bali
Data pergerakan penumpang menunjukkan tingginya mobilitas wisatawan yang perlu diantisipasi. Pada Juni 2026, keberangkatan penumpang penerbangan internasional dari Bali tercatat mencapai 650.838 orang, sedangkan keberangkatan domestik mencapai 329.891 orang. Kedatangan wisatawan mancanegara secara langsung ke Bali pada bulan yang sama mencapai 605.013 kunjungan.
Secara ekonomi, Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mencatat pertumbuhan ekonomi 5,78 persen pada Triwulan II-2026. Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp89,27 triliun. Sektor akomodasi serta makan minum menjadi kontributor PDRB terbesar dengan porsi 21,91 persen.
Ruang lingkup kajian dan komitmen KAI
Ruang lingkup kerja sama meliputi penyusunan kajian kelayakan serta penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk rencana perkeretaapian. KAI menyatakan kesiapan memberikan dukungan teknis dan pengalaman operasionalnya sepanjang proses kajian.
KAI siap membawa pengalaman dan kompetensi perkeretaapian dalam proses kajian bersama. Setiap tahap akan disiapkan secara cermat, prudent, dan sesuai regulasi agar rencana yang dihasilkan feasible serta memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat dan pengembangan wilayah Bali
Alasan dan langkah berikutnya
Direktur Utama KAI menilai bahwa penguatan transportasi publik penting untuk menjawab kebutuhan mobilitas seiring pertumbuhan pariwisata. Ia menekankan perlunya studi yang mempertimbangkan karakter mobilitas, potensi wilayah, dan integrasi antarmoda.
Perkembangan ekonomi dan aktivitas pariwisata Bali perlu diikuti dengan perencanaan transportasi yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas ke depan. Melalui kesepakatan ini, kami bersama pemerintah daerah mulai mempelajari bagaimana perkeretaapian dapat menjadi bagian dari pengembangan sistem transportasi Bali
Setelah kajian kelayakan dan DED selesai, langkah berikutnya adalah pembahasan pendanaan, kajian lingkungan, dan rencana integrasi antarmoda. Hasil kajian diharapkan menjadi dasar perencanaan yang kuat dan berkelanjutan untuk mendukung mobilitas serta pengembangan ekonomi Bali.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
BPDP Pamerkan Inovasi Turunan Sawit dan Kakao di JIFHEX 2026
BPDP tampilkan booth edutainment di JIFHEX 2026 Yogyakarta untuk perkenalkan inovasi turunan sawit, kakao, d...
Harga BBM Naik di September 2026: Perbandingan Pertamina, Shell, BP, Vivo
Harga BBM berubah efektif 1 September 2026; kenaikan banyak terjadi pada produk nonsubsidi seperti Pertamax...
Juli 2026: Neraca Perdagangan Surplus Ditopang Ekspor Nonmigas
Juli 2026: neraca perdagangan Indonesia surplus didorong ekspor nonmigas, kumulatif Jan–Jul surplus USD3,70...
SIMODIS® Diluncurkan di Jember untuk Perlindungan Hama Cabai
Syngenta Indonesia meluncurkan SIMODIS®, insektisida berbasis PLINAZOLIN®, di Jember untuk mengendalikan thr...
Rupiah Melemah ke Rp17.744, Tekanan dari Konflik AS-Iran
Rupiah ditutup melemah 0,12% ke Rp17.744 per dolar, ditekan eskalasi konflik AS-Iran dan ekspektasi kenaikan...
Satgas PASTI Hentikan Dua Entitas yang Tawarkan Investasi Kripto Ilegal
Satgas PASTI menghentikan aktivitas dua entitas, YWWSDC dan RTHAE, karena menawarkan investasi kripto tanpa...