BPDP Pamerkan Inovasi Turunan Sawit dan Kakao di JIFHEX 2026
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memperkenalkan inovasi produk turunan sawit dan kakao pada JIFHEX 2026 di Yogyakarta, Selasa, 1 September 2026. Kegiatan di Jogja Expo Center bertujuan memperluas pemahaman publik tentang potensi hilirisasi komoditas perkebunan dan membuka peluang usaha berbasis kreativitas.
Booth bertema edutainment
BPDP menampilkan booth bertajuk "Palm Discovery Experience: An Edutainment Journey". Konsepnya menggabungkan unsur edukasi dan hiburan melalui permainan serta aktivitas interaktif. Pengunjung dikenalkan proses dan produk turunan sawit, kakao, dan kelapa secara menarik.
Produk kakao dari UMKM
BPDP menonjolkan produk UMKM sebagai contoh hilirisasi. Salah satunya adalah Afa Cokelat dari Jember, Jawa Timur, yang memadukan minyak kelapa sawit dan lemak kakao ke dalam berbagai olahan.
"Melalui JIFHEX 2026, kami ingin memperkenalkan lebih luas peran BPDP sekaligus menunjukkan berbagai potensi komoditas perkebunan,"
Produk Afa Cokelat tersedia dalam beberapa varian dan kadar kakao berbeda. Pilihannya meliputi bar cokelat sampai bubuk siap olah.
- Chocolate bar
- Praline
- Chocolate character
- Lolipop
- Bubuk cokelat
- Cokelat berbentuk cerutu
BPDP juga menampilkan inovasi cokelat tiga dimensi yang menuntut ketelitian tinggi dalam proses pembuatannya.
Pemanfaatan turunan sawit pada industri kreatif
Tidak hanya kakao, BPDP menekankan pemanfaatan produk turunan sawit dalam sektor kreatif. UMKM Smart Batik Indonesia dari Yogyakarta memperagakan teknik membatik yang memanfaatkan bahan turunan perkebunan.
"Kehadiran Afa Cokelat dan Smart Batik Indonesia menjadi contoh bagaimana inovasi menghasilkan produk kreatif sekaligus membuka peluang usaha,"
Demonstrasi membatik dan workshop praktis memberi contoh nyata bagaimana sawit, kelapa, dan kakao bisa menjadi bahan baku bernilai tambah.
Target pameran dan upaya hilirisasi
JIFHEX 2026 mempertemukan pelaku usaha dari sektor makanan, minuman, perhotelan, serta UMKM. Panitia menargetkan lebih dari 16 ribu prospek pasar dari segmen HORECA dan ritel.
- Sektor HORECA (hotel, restoran, kafe)
- Segmen ritel
- Pelaku UMKM dan industri kreatif
Partisipasi BPDP di acara ini berfokus mendorong pengenalan proses hilirisasi sawit, kakao, dan kelapa sebagai bagian dari pengembangan perkebunan yang berkelanjutan.
Implikasi dan prospek
Inisiatif BPDP bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan melalui inovasi produk dan pendekatan edukatif. Jika skema hilirisasi dan kolaborasi dengan UMKM terus didorong, peluang penciptaan lapangan kerja dan perluasan pasar diperkirakan meningkat.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
KDKMP Jambi Didorong Diperkuat Pengawasan dan Pendampingan
Seminar di Jambi menekankan penguatan pengawasan dan pendampingan hukum agar KDKMP berjalan mandiri dan memb...
IAW: Opini WTP Bukan Akhir, Pemprov Babel Harus Tindaklanjut
IAW mengingatkan opini WTP bukan akhir; Pemprov Babel diminta tindaklanjuti rekomendasi BPK agar tata kelola...
BAZNAS BMD Dorong Omzet Usaha Snack Mustahik Tembus Rp12 Juta
BAZNAS lewat BMD Palangka Raya membantu usaha snack milik Hatriyawati hingga omzet naik ke Rp12 juta per bul...
BAZNAS Perkuat Transparansi Jelang Monev KIP 2026
BAZNAS memperkuat tata kelola informasi publik lewat sosialisasi Monev KIP 2026 untuk menjaga predikat infor...
5 Kripto Prospektif untuk Investasi Jangka Panjang
Bitcoin, Ethereum, XRP, Solana, dan Chainlink dinilai menarik untuk jangka panjang berdasarkan utilitas, jar...
Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Turun Tajam
Harga emas Galeri24 turun Rp158.000/gram dan UBS turun Rp29.000/gram di Pegadaian pada 5 Sept 2026; berikut...