Paes dan Audero Tersisih, Persaingan Kiper Timnas Memanas
Maarten Paes dan Emil Audero, dua kiper Timnas Indonesia, mulai kehilangan posisi inti di klub-klub Eropa mereka pada awal musim 2026/2027. Perubahan pilihan pelatih dan kepindahan pemain membuat keduanya jarang mendapat menit bermain, sehingga persaingan untuk posisi kiper Timnas semakin ketat.
Maarten Paes: dari andalan jadi pilihan cadangan di Ajax
Paes tiba di Ajax pada awal 2026 dan tampil sebagai kiper utama pada paruh kedua musim Eredivisie. Ia bermain 14 kali dan mencatatkan 6 clean sheet di periode tersebut.
Namun, situasi berubah setelah Ajax mendatangkan kiper baru, Marc-Andre ter Stegen. Ter Stegen dipercaya sebagai kiper utama dan dimainkan dalam tiga laga pembuka Liga Belanda 2026/2027, sementara Paes belum tampil di kompetisi domestik.
Sampai sekarang Paes hanya diberi kesempatan di ajang kualifikasi UEFA Conference League, melawan Vojvodina dan Shelbourne. Kondisi ini membuat kansnya memperoleh menit reguler di klub menurun.
Emil Audero: kembali ke Como dan terancam kehilangan tempat
Musim lalu Emil Audero menjadi andalan Cremonese dengan 11 clean sheet dari 35 pertandingan. Namun, degradasi Cremonese ke Serie B mengubah nasibnya, sehingga ia kembali ke klub asalnya, Como 1907.
Di Como, pelatih Cesc Fàbregas memilih Jean Butez sebagai penjaga gawang utama. Sejauh awal musim 2026/2027 Audero belum mendapatkan menit bermain bersama timnya.
Posisi Audero juga bisa semakin terancam jika Como benar-benar mendatangkan Robert Sanchez, yang disebut telah mencapai kesepakatan verbal. Audero sebelumnya sempat dikaitkan dengan Juventus dan AC Monza, tetapi tidak ada kesepakatan tercapai.
Dampak bagi Timnas dan prospek ke depan
Perkembangan ini meningkatkan ketatnya persaingan untuk posisi penjaga gawang Timnas Indonesia. Tanpa menit bermain reguler, Paes dan Audero berisiko kehilangan ritme yang dibutuhkan untuk level internasional.
Ke depan keduanya perlu memulihkan menit bermain, baik dengan merebut kembali posisi di klub masing-masing atau mencari opsi pinjaman. Jika tidak, pelatih Timnas akan mempertimbangkan kiper lain yang lebih sering tampil reguler.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
GPS Bandung Resmi Debut di Honda DBL 2026 setelah Bertahun-tahun Menunggu
Tim putra GPS Bandung akhirnya resmi debut di Honda DBL 2026 West Java-East setelah dua tahun berada dalam d...
Kayleen Anfernee Wijaya: Student Athlete yang Asah Time Management
Kayleen Wijaya, student athlete CBCS, membagi waktu antara latihan basket, akademik, dan organisasi serta me...
Mbappé Klaim Dirinya Pemain Terbaik Dunia Musim Lalu
Kylian Mbappé menyatakan dirinya sebagai pemain terbaik dunia musim lalu dan mengulas kriteria Ballon d'Or d...
BPK Penabur Cirebon Menang Telak 78-6 atas SMAN 21 Bandung
BPK Penabur Cirebon menang 78-6 atas SMAN 21 Bandung di laga pembuka Honda DBL 2026 West Java Series di Band...
Juventus Minim Pemain Italia Jelang Lawan Sassuolo
Juventus hanya memiliki satu pemain Italia di skuad menghadapi Sassuolo; sembilan pemain absen karena cedera...
PSSI Gandeng Ajax untuk Kembangkan Pelatih Sepak Bola Indonesia
PSSI menandatangani MoU dengan Ajax Amsterdam di ISS 2026 untuk program pengembangan pelatih Indonesia selam...