Olahraga

I.League Hapus Kewajiban U-23, Insentif Menit Bermain Tetap Ada

Bagikan:
Pemain muda U-23 berlatih di lapangan sepak bola

I.League menghapus kewajiban memainkan pemain U-23 dalam setiap pertandingan, namun tetap mempertahankan skema insentif menit bermain untuk mendorong regenerasi. Keputusan itu diumumkan Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, pada diskusi "Membawa Liga Naik Kelas" di kantor I.League, Jakarta, Senin 31 Agustus 2026. Liga juga mewajibkan setiap klub mendaftarkan minimal lima pemain U-23 dalam skuad maksimal 35 pemain musim mendatang.

Alasan dan evaluasi perubahan regulasi

Asep mengatakan kebijakan ini lahir dari evaluasi penerapan regulasi selama dua hingga tiga tahun terakhir. Ia menilai beberapa klub sudah memainkan tiga hingga lima pemain U-23 secara reguler, menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap pemain muda. Karena itu, I.League memberi keleluasaan kepada pelatih memilih susunan pemain berdasarkan kebutuhan teknis pertandingan.

"Setelah dua-tiga tahun berjalan, kita juga punya satu hal yang baru ketika melihat bahwa sebetulnya meskipun diwajibkan satu, faktanya ada beberapa klub,"

Asep menambahkan bahwa relaksasi diberlakukan karena perkembangan performa pemain muda sudah terlihat signifikan.

Skema insentif dan ketentuan pendaftaran

Meskipun kewajiban menit permainan dihapus, I.League mempertahankan bentuk stimulasi bagi klub yang memberi menit bermain konsisten kepada pemain muda. Bentuknya berupa insentif yang akan diberikan kepada klub sesuai kriteria permainan dan kontribusi menit pemain U-23. Selain insentif, setiap klub wajib mendaftarkan minimal lima pemain U-23 dalam daftar 35 pemain untuk kompetisi mendatang.

"Goal kita tidak turun untuk memberi ruang makanya stimulannya tetap ada, bentuknya apa, insentif,"

Dampak bagi klub dan pengembangan pemain

Relaksasi ini memberi kebebasan taktis bagi pelatih tanpa mengabaikan tujuan pengembangan pemain muda. Asep menyebut laporan teknis menunjukkan pemain berusia 21 hingga 23 tahun mulai menunjukkan puncak performa. Dengan demikian, klub mendapat ruang menentukan komposisi terbaik, sementara pipeline pemain muda tetap terjaga melalui regulasi pendaftaran dan dukungan finansial.

Konteks lebih luas dan prospek ke depan

Perubahan kebijakan diharapkan menciptakan kompetisi yang lebih kompetitif sekaligus menjaga kesinambungan regenerasi pemain sepak bola Indonesia. Liga akan memantau implementasi insentif dan dampaknya pada menit bermain U-23 sepanjang musim. Evaluasi berkala tetap akan dilakukan untuk memastikan kebijakan berjalan sesuai tujuan pengembangan jangka panjang.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait