Sosialisasi MediaMIND: Perlu Tingkatkan Informasi Kontribusi Pertambangan
Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Suhasman, menyatakan informasi tentang kontribusi pertambangan perlu diperkuat saat sosialisasi MediaMIND 2026 oleh Vale Indonesia di Makassar. Ia mengingatkan masyarakat sering merespons data tanpa memahami konteks, sehingga memicu persepsi keliru terhadap industri ini.
Konteks dan tantangan persepsi publik
Suhasman menilai respons publik kerap parsial karena tarik-menarik antara kepentingan ekonomi dan lingkungan. Di banyak kasus, perhatian lebih besar tertuju pada berita negatif ketimbang manfaat yang dihasilkan sektor tambang.
"Saya kadang-kadang kalau ada informasi yang kebetulan saya tahu, lalu melihat bagaimana respons netizen terhadap berita itu. Ternyata lebih dari 50 persen sepertinya kadang-kadang dipersepsikan tidak sesuai dengan yang dimaksudkan,"
Menurut dia, minimnya konteks membuat angka dan fakta tentang manfaat pertambangan kurang dipahami. Akibatnya, wacana publik soal pertambangan sering tidak seimbang.
Peran pertambangan dalam perekonomian dan hilirisasi
Indonesia memiliki cadangan mineral strategis seperti nikel, tembaga, bauksit, emas, dan timah. Kontribusi sektor ini terhadap ekonomi nasional terus berkembang seiring upaya memperkuat rantai pasok dan industri manufaktur secara terintegrasi.
Pengelolaan sumber daya kini diarahkan bukan sekadar ekstraksi, tetapi pada peningkatan nilai tambah melalui pengolahan di dalam negeri. Pendekatan hilirisasi ini dimaksudkan untuk memaksimalkan manfaat ekonomi dan mendukung kedaulatan nasional.
MediaMIND 2026: fokus tema dan kompetisi jurnalistik
Dalam kerangka itu, MediaMIND 2026 mengangkat enam subtema utama yang akan menjadi fokus sosialisasi dan kompetisi karya jurnalistik:
- Ekonomi dan Investasi
- ESG & Green Mining
- Hilirisasi dan Industrialisasi
- Ketahanan Mineral Indonesia
- Kontribusi Sosial Masyarakat
- Transformasi dan Inovasi
Kompetisi karya jurnalistik resmi dimulai pada 1 Agustus 2026. Karya yang dapat dilombakan adalah publikasi periode 15 September 2025 hingga 17 September 2026.
Adapun batas pengumpulan untuk kategori jurnalis adalah 17 September 2026. Untuk kategori umum, akademisi, dan pengamat dibuka hingga 25 Oktober 2026.
Implikasi dan prospek ke depan
Perlu adanya upaya sistematis untuk menyajikan informasi yang lebih seimbang dan berbasis data. Selain itu, peningkatan literasi media publik dan pelibatan akademisi serta pelaku industri dapat membantu memperbaiki narasi seputar pertambangan.
Dengan penguatan komunikasi yang tepat, keuntungan ekonomi dari hilirisasi dan pengelolaan sumber daya mineral diharapkan lebih dipahami publik, sekaligus meminimalkan miskomunikasi yang menimbulkan persepsi keliru.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
IKI Agustus 2026 Melambat ke 52,30, Industri Masih Ekspansif
IKI Agustus 2026 tercatat 52,30, melambat 0,80 poin; industri pengolahan tetap ekspansif sambil menanti perb...
KAI Sepakati Kajian Pengembangan Kereta Api di Bali
KAI, Pemprov Bali, dan Pemkab Badung menandatangani kajian pengembangan kereta pada 1 Sept 2026 untuk menduk...
HPE Emas September Naik 7,87% jadi USD142.154 per kg
Kemendag tetapkan HPE emas 1–14 Sept 2026 sebesar USD142.154/kg, naik 7,87%; HR juga naik menjadi USD4.421,4...
PMI Manufaktur Agustus Turun Jadi 49,8, Optimisme Menguat
PMI manufaktur Agustus 2026 turun ke 49,8, namun permintaan baru dan optimisme pelaku industri meningkat, ka...
Ekspor Kerajinan Naik 6,54% Jadi USD909,95 Juta
Ekspor kerajinan naik 6,54% pada Triw II 2026 menjadi USD909,95 juta; PKJI 2026 dorong akses pasar, sinergi,...
BPDP Pamerkan Inovasi Turunan Sawit dan Kakao di JIFHEX 2026
BPDP tampilkan booth edutainment di JIFHEX 2026 Yogyakarta untuk perkenalkan inovasi turunan sawit, kakao, d...