LIB Dorong Akademi Klub Jadi Aset, Bukan Sekadar Beban
I.League mendorong akademi klub dikembangkan sebagai aset ekonomi, bukan sekadar pos pengeluaran. Pernyataan itu disampaikan pada diskusi di kantor I.League, Sudirman, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026. Tujuannya untuk membuka sumber pendapatan beragam dan memperkuat kesinambungan finansial klub melalui pembentukan pasar transfer domestik dan tata kelola kompetisi yang lebih baik.
Pendapatan klub dan potensi yang belum tergarap
Direktur Operasional I.League, Asep Saputra, menjelaskan klub memiliki beberapa sumber pemasukan. Namun, masih ada peluang yang belum dimaksimalkan, terutama dari aktivitas jual-beli pemain.
“Klub bisa dapat banyak revenue macam-macam. Satu, kontribusi jelas dari liga, ada dari ticketing, sponsor, broadcast,”
Dia menekankan bahwa selain pendapatan langsung, trading player dapat menjadi penghasilan signifikan bila pasar transfer domestik diorganisasi dengan baik.
“Salah satunya yang belum betul-betul ter-generate adalah trading player,”
Peran kalender kompetisi dan kepastian kontrak
Asep menilai kepastian kalender kompetisi adalah fondasi agar klub berani membuat kontrak jangka panjang. Tanpa kepastian jadwal, klub enggan memberi kontrak dua hingga tiga tahun kepada pemain.
“Bagaimana bisa saya mau kontrak pemain dua-tiga tahun? Satu, nanti kompetisi tahun depan kita enggak tahu jadi apa enggak dan kapan,”
Menurutnya, regulasi kalender yang stabil akan memberi kepercayaan bagi pihak klub untuk berinvestasi pada pemain muda dan pengembangan akademi.
Club licensing dan kesehatan finansial
Selain kalender, Asep menyoroti pentingnya club licensing untuk memperkuat keberlanjutan keuangan klub. Mekanisme ini dinilai sebagai pintu masuk menuju praktik keuangan yang sehat.
“Club licensing menjadi pintu untuk kita bisa menuju bagaimana menciptakan financial healthiness dari klub yang sustainable,”
Akademi: dari beban ke sumber nilai ekonomi
I.League ingin mengubah persepsi bahwa akademi hanya menambah beban biaya. Akademi dinilai harus mampu menghasilkan nilai komersial apabila pasar transfer dan tata kelola kompetisi diperbaiki.
“Makanya tadi, akademi pemain kita pastikan dibuat tidak hanya untuk sebagai cost,”
Dengan ekosistem yang lebih teratur, pemain binaan memiliki peluang menjadi aset bernilai yang mendukung model bisnis klub jangka panjang.
Langkah ke depan dan implikasi
Penerapan kalender kompetisi yang stabil, penguatan club licensing, dan pembentukan pasar transfer domestik menjadi prioritas I.League. Langkah ini diharapkan mendorong klub untuk memandang akademi sebagai pusat nilai ekonomi, bukan sekadar unit pengeluaran.
Jika berhasil, perubahan ini dapat memperluas sumber pendapatan klub melalui mekanisme transfer, sekaligus meningkatkan profesionalisme dan keberlanjutan sepak bola Indonesia.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Herdman Ungkap Taktik Bawa Indonesia Juara ASEAN Cup
Herdman menerangkan taktik mendorong bek tengah naik di ekstra waktu yang membuka gol Elkan Baggott dan meng...
Anthony Hudson Bangga Meski Thailand Gagal Juara FIFA ASEAN Cup
Anthony Hudson tetap bangga pada pemain Thailand meski kalah adu penalti 2-4 dari Indonesia di final FIFA AS...
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Kokoh di Asia Tenggara
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai kalahkan Thailand 4-2, memperkuat dominasi sepak bola negara di Asi...
De la Fuente Puji Lamine Yamal usai Spanyol Tekuk Ceko 3-1
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal setelah Spanyol menaklukkan Republik Ceko 3-1 di Oviedo; Yamal cetak g...
Lamine Yamal Cetak 11 Gol, Perpanjang Rekor di Usia 19
Lamine Yamal menambah koleksi jadi 11 gol untuk Spanyol, mencetak gol di tiga laga awal Nations League dan m...
Dramatis: Pangsuma FC Bangkit dan Taklukkan Proton FC 4-3
Pangsuma FC Kalbar menang dramatis 4-3 atas Proton FC Kuningan di pekan ke-13 Pro Futsal League, 3 Oktober 2...