PNBP Kemkomdigi Tetap Tinggi Meski Anggaran Disesuaikan
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tetap mencatat penerimaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang kuat pada 2023–2026 meski alokasi anggaran kementerian mengalami penyesuaian. Hingga 28 Agustus 2026, setoran PNBP tercatat Rp16,8 triliun dan diproyeksikan mencapai Rp26 triliun pada akhir tahun, melampaui target Rp25,65 triliun.
Realisasi PNBP 2023–2026
Data Kemkomdigi menunjukkan tren penerimaan PNBP yang relatif stabil dengan kenaikan pada 2024. Kementerian memproyeksikan penerimaan 2026 tetap melampaui target meski ada efisiensi anggaran.
| Tahun | Realisasi PNBP (Rp triliun) |
|---|---|
| 2023 | 26,52 |
| 2024 | 30,68 |
| 2025 | 29,30 |
| 2026 (s.d. 28 Agu) | 16,80 |
| 2026 (proyeksi akhir tahun) | 26,00 |
| Target 2026 | 25,65 |
Penyesuaian anggaran dan porsi penggunaan kembali PNBP
Walau PNBP relatif kuat, pagu anggaran Kemkomdigi turun drastis sejak 2024. Penurunan ini mendorong efisiensi belanja dan mengurangi porsi re-use PNBP yang dapat dipakai kembali oleh kementerian.
| Tahun | Pagu Anggaran (Rp triliun) | Porsi Penggunaan Kembali PNBP (%) |
|---|---|---|
| 2023 | 15,80 | 30,05 |
| 2024 | 19,60 | 28,88 |
| 2025 | 11,00 | 5,58 |
| 2026 | 10,00 | 5,39 |
| 2027 (pagu) | 11,52 | proyeksi ~3,00 |
Penyerapan anggaran
Kemkomdigi mencatat perbaikan penyerapan anggaran dalam tiga tahun terakhir. Angka realisasi meningkat dari 89,84 persen pada 2023 menjadi 94,95 persen pada 2025.
| Tahun | Penyerapan Anggaran (%) |
|---|---|
| 2023 | 89,84 |
| 2024 | 92,65 |
| 2025 | 94,95 |
| 2026 (s.d. 28 Agu) | 60,49 (target akhir: 95) |
"Anggaran kita memang menunjukkan tren efisiensi yang kuat. Namun insyaallah nanti pencapaiannya tidak terganggu,"
Rencana 2027 dan usulan tambahan anggaran
Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail, menyatakan pagu 2027 ditetapkan sebesar Rp11,517 triliun. Anggaran ini direncanakan untuk memperkuat infrastruktur digital, ekosistem dan ruang digital, komunikasi publik dan media, serta dukungan manajemen.
"Karena kebutuhan anggaran mencapai Rp14,753 triliun, termasuk mendukung sejumlah program prioritas nasional dan operasional lembaga kuasi publik,"
Kemkomdigi mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp3,23 triliun untuk menutup kebutuhan riil 2027. Dengan kombinasi efisiensi dan proposal penambahan, kementerian menargetkan tetap menjaga kinerja PNBP dan mendukung program prioritas nasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
IKI Agustus 2026 Melambat ke 52,30, Industri Masih Ekspansif
IKI Agustus 2026 tercatat 52,30, melambat 0,80 poin; industri pengolahan tetap ekspansif sambil menanti perb...
KAI Sepakati Kajian Pengembangan Kereta Api di Bali
KAI, Pemprov Bali, dan Pemkab Badung menandatangani kajian pengembangan kereta pada 1 Sept 2026 untuk menduk...
HPE Emas September Naik 7,87% jadi USD142.154 per kg
Kemendag tetapkan HPE emas 1–14 Sept 2026 sebesar USD142.154/kg, naik 7,87%; HR juga naik menjadi USD4.421,4...
PMI Manufaktur Agustus Turun Jadi 49,8, Optimisme Menguat
PMI manufaktur Agustus 2026 turun ke 49,8, namun permintaan baru dan optimisme pelaku industri meningkat, ka...
Ekspor Kerajinan Naik 6,54% Jadi USD909,95 Juta
Ekspor kerajinan naik 6,54% pada Triw II 2026 menjadi USD909,95 juta; PKJI 2026 dorong akses pasar, sinergi,...
BPDP Pamerkan Inovasi Turunan Sawit dan Kakao di JIFHEX 2026
BPDP tampilkan booth edutainment di JIFHEX 2026 Yogyakarta untuk perkenalkan inovasi turunan sawit, kakao, d...