Dokter Nucky Raih Doktor: Sinkronisasi BPJS dan Jasa Raharja
Dokter Nucky Indra Praja meraih gelar Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur setelah mempertahankan disertasinya pada Rabu, 2 September 2026. Ia lulus dengan predikat cumlaude dan IPK 3,96, melalui penelitian yang mengkaji sinkronisasi kebijakan BPJS dan Jasa Raharja dalam penanganan pasien kecelakaan lalu lintas.
Disertasi dan fokus penelitian
Disertasi berjudul "Sinkronisasi Kebijakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan Jasa Raharja dalam Penanganan Pasien Kecelakaan Lalu Lintas untuk Mewujudkan Sistem Pelayanan yang Efektif dan Berkeadilan" menjadi dasar promosinya. Penelitian ini lahir dari persoalan pelayanan terhadap korban kecelakaan lalu lintas yang menyangkut aspek medis, hukum, dan pembiayaan.
Pernyataan peneliti
Dalam keterangannya di Jakarta Timur pada hari sidang, Dokter Nucky menekankan pentingnya kepastian hukum dan prinsip keadilan dalam sistem pelayanan. Ia menyatakan bahwa sinkronisasi kebijakan diharapkan menciptakan sistem yang lebih efektif dan memiliki kepastian hukum.
"Sinkronisasi kebijakan diharapkan mampu menciptakan sistem yang lebih efektif dan memiliki kepastian hukum. Sistem tersebut juga harus tetap menjunjung prinsip keadilan bagi masyarakat,"
Dokter Nucky juga berharap disertasinya memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan pelayanan bagi pasien kecelakaan lalu lintas.
"Saya berharap disertasi ini tidak hanya menjadi karya akademik untuk memenuhi pendidikan doktoral. Penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan sistem pelayanan pasien kecelakaan lalu lintas. Ini menjadi hal penting,"
Profil singkat Dokter Nucky
Dokter Nucky adalah dokter spesialis Orthopedi dan Traumatologi serta dosen tetap di Fakultas Kedokteran President University. Selain mengajar, ia menjalankan praktik di sejumlah rumah sakit dan aktif dalam organisasi profesi.
- Dosen Tetap Fakultas Kedokteran President University
- Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi
- Praktik di beberapa rumah sakit
- Anggota Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota PABOI
Implikasi dan harapan ke depan
Sidang terbuka promosi doktor menandai tahapan akhir perjalanannya di Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Angkatan 27. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi perbaikan mekanisme koordinasi antara lembaga penyelenggara jaminan sosial dan penjamin kecelakaan, khususnya dalam konteks perlindungan pasien dan kepastian bagi tenaga kesehatan.
Dengan demikian, penelitian ini menempatkan sinkronisasi kebijakan sebagai upaya penting untuk menyelaraskan aspek medis, hukum, dan pembiayaan dalam penanganan kecelakaan lalu lintas.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Resistensi Antibiotik: Penyebab, Risiko, dan Cara Mencegah
Resistensi antibiotik terjadi saat bakteri kebal obat; kenali penyebab, risiko, dan langkah pencegahan agar...
Layanan Kesehatan Pascagempa Pulih dalam Dua Pekan
Kemenkes menyatakan seluruh fasilitas kesehatan terdampak gempa kembali beroperasi dalam kurang dari dua min...
Kemenkes: 5,5 Juta Warga Sumatra-Kalimantan Terdampak Karhutla
Kemenkes catat 5–5,5 juta warga Sumatra-Kalimantan terdampak karhutla; 13.500 kasus ISPA tercatat Juli–Agust...
BPOM Kawal Terapi Sel: Sains, Risiko, dan Regulasi
BPOM mengawal pengembangan terapi sel di ACTO 2026 dengan pendekatan sains dan risiko untuk menjamin keamana...
CKG Jadi Pintu Masuk Jaga Kesehatan Anak, Kata Wamen PPPA
Wamen PPPA Veronica Tan menyatakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai pintu masuk pencegahan dan pembentukan...
Pneumonia di Pontianak Naik 20% Imbas Kabut Asap Karhutla
Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak melaporkan kenaikan kasus pneumonia 20% pada 29 Agustus 2026 akibat membur...