IHSG Menguat 0,39% ke 6.625 pada Awal Perdagangan Rabu
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan perdagangan Rabu, 2 September 2026. Pada pukul awal perdagangan, IHSG tercatat berada di level 6.625,39, naik 0,39 persen dari penutupan sehari sebelumnya.
Pergerakan pasar dan data awal
Pembukaan pasar menunjukkan mayoritas saham bergerak datar hingga menguat. Sebanyak 278 saham menguat, 90 saham melemah, dan 595 saham stagnan.
Nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai Rp412,4 miliar dengan volume perdagangan sebesar 632,4 juta saham. Berdasarkan data RTI pada sesi pagi, IHSG sempat naik ke 6.629 namun menyentuh titik terendah di 6.561 hingga pukul 10.00 WIB.
Sektor penggerak
Sektor teknologi menjadi pendorong utama kenaikan pagi ini dengan penguatan 3,26 persen. Sektor lain yang mencatatkan kenaikan adalah:
- Sektor consumer non-siklikal: +0,19%
- Sektor kesehatan: +0,78%
- Sektor transportasi: +0,03%
Faktor risiko dan sentimen pasar
Kenaikan harga minyak dunia menjadi sorotan pelaku pasar. Minyak mentah WTI berada di level USD 90 per barel, sedangkan Brent di kisaran USD 94,65 per barel. Kondisi ini memicu kekhawatiran tentang potensi kenaikan inflasi dan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Kekhawatiran terhadap eskalasi ketegangan geopolitik juga menekan sentimen investor. Analis mencatat aksi jual obligasi yang mendorong imbal hasil naik, memberi tekanan tambahan pada pasar saham.
"Kekhawatiran akan kembali memanasnya konflik bersenjata di Timur Tengah membebani sentimen investor," ucap Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Rabu, 2 September 2026.
Proyeksi analis
Para analis memperkirakan IHSG akan mengalami penguatan yang terbatas sepanjang hari. Level support yang diantisipasi berada di 6.440, sedangkan level resistansi ditetapkan pada 6.635.
Meski demikian, pasar diimbau untuk mencermati potensi koreksi sepanjang perdagangan hari ini, terutama jika sentimen global memanas kembali atau data ekonomi yang memengaruhi ekspektasi suku bunga dirilis.
Pergerakan IHSG selanjutnya akan bergantung pada perkembangan geopolitik, pergerakan harga minyak dunia, dan data ekonomi global yang dapat memengaruhi keputusan investor domestic dan asing.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Yellow Stone Management Perkuat Jaringan Bisnis di Indonesia
Yellow Stone Management memperluas operasi ke Indonesia untuk memperkuat konektivitas bisnis dan membuka pel...
J&T Express Olah 146 Kg Seragam Bekas Jadi Produk Baru
J&T Express mengolah 146 kg seragam kurir menjadi produk baru lewat J&T SIP, mengurangi limbah dan menghinda...
Harga Emas Pegadaian Naik Akhir Pekan: Galeri24 & UBS 12 Sep 2026
Harga emas Galeri24 naik Rp5.000/gram dan UBS naik Rp1.000/gram di Pegadaian pada Sabtu, 12 September 2026,...
Multi Power Aditama Perkuat Layanan Pelanggan Lewat Pilihan Produk
Multi Power Aditama tawarkan produk dari segmen ekonomi hingga premium dan perkuat layanan purna jual untuk...
Harga Emas Antam Naik Rp4.000 per Gram, Ini Rinciannya
Harga emas Antam naik Rp4.000/gram pada 12 September 2026; 1 gram kini Rp2.604.000 dengan buyback Rp2.600.00...
TPS3R Guwosari Kelola 4,5 Ton Sampah dan Serap 27 Pekerja
TPS3R Guwosari mengelola 4,5 ton sampah per hari dan menyerap 27 pekerja lewat program Go Sari yang dibina P...