Hubble Ungkap Superbubble Raksasa di N44 dan Ribuan Bintang Bayi
Teleskop Luar Angkasa Hubble menangkap citra sebuah superbubble raksasa di nebula LHA 120-N44 (N44) pada Jumat, 4 Agustus 2026. Lokasi pengamatan berada di Awan Magellan Besar, sekitar 160 ribu tahun cahaya dari Bumi. Struktur rongga berukuran sekitar 210 x 140 tahun cahaya itu terbentuk oleh angin bintang dan ledakan supernova, yang mendorong gas lalu memicu kelahiran bintang baru.
Citra dan survei Hubble
Badan antariksa AS (NASA) melaporkan Hubble mensurvei hampir 500 ribu bintang di kawasan N44. Dari jumlah itu, hampir 30 ribu teridentifikasi sebagai bintang pra-deret utama, yakni bintang muda yang belum memulai fusi hidrogen di inti mereka.
Radiasi ultraviolet dari bintang-bintang masif membuat selubung gas di sekitar superbubble bersinar. Citra tersebut juga menonjolkan struktur internal, termasuk gelembung lebih kecil yang dinamai N44F, yang terbentuk oleh terpaan angin kuat dari satu bintang masif dan panas.
Bagaimana superbubble terbentuk
Superbubble muncul saat angin bintang masif dan ledakan supernova menyapu gas di lingkungan sekitarnya. Gas yang terdorong keluar menjadi terkompresi dan membentuk selubung padat. Tekanan pada selubung itulah yang kemudian memicu kondensasi dan pembentukan bintang-bintang baru.
Proses ini membuat N44 menjadi laboratorium alami untuk mempelajari interaksi antara bintang masif dan medium antar bintang. Observasi Hubble memperlihatkan bagaimana energi dari bintang masif mengubah dan merangsang pembentukan generasi bintang berikutnya.
Data utama pengamatan
- Jarak: sekitar 160 ribu tahun cahaya (Awan Magellan Besar)
- Objek: Nebula LHA 120-N44 (rasi Dorado)
- Ukuran superbubble: ~210 x 140 tahun cahaya
- Jumlah bintang disurvei: hampir 500.000, termasuk ~30.000 pra-deret utama
Signifikansi untuk studi pembentukan bintang
N44 penting karena mewakili lingkungan yang relatif miskin unsur berat di luar galaksi kita. Observasi bintang bermassa rendah di kawasan ini membantu astronom memahami bagaimana bintang terbentuk pada kondisi kimia yang berbeda dari Bima Sakti.
Dengan detail citra Hubble, para peneliti bisa memetakan hubungan antara energi yang dilepaskan bintang masif dan laju pembentukan bintang di sekitarnya. Temuan ini memperkaya pemahaman tentang evolusi bintang dan dinamika galaksi kecil yang mengorbit Bima Sakti.
Pengamatan lanjutan kepada N44 akan terus menjadi fokus untuk menguji model pembentukan bintang dan peran superbubble dalam siklus bahan antara bintang dan medium antar bintang.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
NASA Siapkan SunRISE Pantau Ledakan Matahari 2027
NASA menargetkan peluncuran misi SunRISE pertengahan 2027 untuk memantau gelombang radio ledakan Matahari da...
Hari Komunikasi Damai: Etika Komunikasi Digital yang Diperlukan
Peringatan 7 Oktober mendorong etika komunikasi digital untuk mencegah kebencian, misinformasi, dan perundun...
NASA Uji Metode Hadapi Tetesan Air Superdingin di Awan
NASA menguji metode baru di Icing Research Tunnel untuk memahami dan mengatasi bahaya pembentukan es dari te...
HP OmniBook 5 Tantang MacBook Neo di Segmen Laptop Terjangkau
HP OmniBook 5 diluncurkan 5 Oktober 2026 dan menantang MacBook Neo lewat layar OLED, pilihan prosesor, dan k...
Apa Itu Black Hole? Fakta Ilmiah dan Penjelasan NASA
Ringkasan definisi black hole, event horizon, accretion disk, dan cara astronom mengamatinya menurut penjela...
Pemeriksaan Ci Mehong Soroti Bahaya Manipulasi Konten Digital
Pemeriksaan Ci Mehong di Polda Metro menyoroti risiko manipulasi konten digital yang mengubah konteks dan me...