Hubble Temukan Pola 10 Sisi di Kutub Selatan Saturnus
Teleskop Luar Angkasa Hubble menemukan pola gelombang atmosfer berbentuk sepuluh sisi yang mengelilingi kutub selatan Saturnus, menurut NASA, Kamis, 3 September 2026. Penemuan ini tercatat setelah penggabungan observasi bertahun-tahun dari program pemantauan atmosfer planet luar.
Penemuan dan data pengamatan
Struktur yang disebut decagon muncul di dalam aliran jet kuat di sekitar kutub selatan. Para ilmuwan menemukan tanda-tanda awal kemunculan pola tersebut sejak 2023 melalui pengamatan Hubble yang dikumpulkan secara berkala.
Data berasal dari program Outer Planet Atmospheres Legacy (OPAL), yang telah memantau atmosfer planet luar Tata Surya selama lebih dari satu dekade. Penggabungan citra beberapa tahun memungkinkan identifikasi pola yang tidak terlihat pada pengamatan tunggal.
Ciri dan karakteristik decagon
Pola decagon membentang melalui beberapa lapisan atmosfer dan tampak memiliki struktur vertikal. Hal ini menunjukkan fenomena tersebut bukan sekadar bentuk permukaan, melainkan aliran atmosfer yang kompleks dan berlapis.
Penemuan ini merupakan kali pertama pola bersisi teratur berukuran besar terdeteksi di belahan selatan Saturnus. Meski bentuknya mengingatkan pada heksagon di kutub utara, para peneliti menilai karakter decagon berbeda dan sedang berkembang.
Sejarah pencarian dan perbandingan dengan utara
Para peneliti telah mencari pola serupa di kutub selatan sejak 1990 dengan tujuan menemukan pasangan untuk heksagon kutub utara. Namun, citra wahana Cassini yang mengorbit Saturnus antara 2004 dan 2017 tidak menunjukkan struktur yang bertahan lama.
Pengamatan Hubble kemudian mengonfirmasi adanya pola tersebut hingga 2023, memberi bukti bahwa fenomena ini mulai muncul baru-baru ini atau sebelumnya sulit terdeteksi.
Pertanyaan ilmiah dan langkah berikutnya
Tim peneliti kini berfokus memahami mengapa decagon baru terbentuk dan berapa lama pola ini dapat bertahan. Mereka juga ingin menilai apakah pola itu akan menjadi stabil seperti heksagon di kutub utara atau bersifat sementara.
Studi lanjutan akan melibatkan pengamatan berkelanjutan dari Hubble dan pemodelan atmosfer untuk menjelaskan mekanisme pembentukan dan dinamika vertikal pola ini. Temuan ini menambah pengertian tentang kompleksitas atmosfer planet gas raksasa di Tata Surya.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Tiga Prodi UNDIRA Raih Akreditasi Unggul pada Pertengahan 2026
Tiga prodi UNDIRA—Manajemen, Ilmu Komunikasi, dan Akuntansi—mendapat akreditasi Unggul pada pertengahan 2026...
Rocket Lab Siapkan Peluncuran Satelit Radar Jepang ke Orbit
Rocket Lab akan meluncurkan satu satelit Strix milik Synspective pada 2 September 2026 dari Selandia Baru, m...
Astronaut NASA dan ESA Mulai Spacewalk Perawatan ISS
Jessica Meir dan Sophie Adenot memulai spacewalk perawatan ISS pada 1 September 2026 untuk mengganti retrore...
Warna Kemasan Pengaruhi Dugaan Rasa Makanan
Warna kemasan memicu dugaan rasa sebelum mencicipi, namun tidak selalu mengubah rasa yang dirasakan menurut...
NASA Resmikan Antena DSS-23 di Goldstone untuk Komunikasi Antariksa
NASA meresmikan antena DSS-23 di Goldstone pada 25 Agustus 2026 sebagai bagian peningkatan Deep Space Networ...
Astronaut NASA dan ESA Jalani Spacewalk ke-99 di ISS
Jessica Meir dan Sophie Adenot dijadwalkan melakukan spacewalk ke-99 di ISS pada 1 Sept 2026 untuk mengganti...