Ekonomi

IHSG Menguat 1,03% di Sesi I, Rupiah Menguat Jelang Data Ekonomi AS

Bagikan:
Grafik IHSG menguat di layar bursa dan kurs rupiah terhadap dolar AS

IHSG menguat 1,03 persen pada jeda perdagangan Kamis, 3 September 2026, sementara nilai tukar rupiah melemah tipisnya berbalik menguat terhadap dolar AS seiring investor mencermati data tenaga kerja AS.

Kinerja IHSG pada Sesi I

Sampai pukul 12.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 67,785 poin ke level 6.663,561. Dari total saham yang diperdagangkan, 423 saham naik, 209 saham turun, dan 159 saham stagnan.

Total volume perdagangan tercatat sekitar 23,6 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp9,95 triliun. Sepuluh indeks sektoral mendukung penguatan IHSG pada sesi pertama.

Sektor-sektor dengan kenaikan terbesar pada sesi ini antara lain:

  • Transportasi: naik 2,39 persen
  • Industri: naik 2,33 persen
  • Energi: naik 1,88 persen

Pergerakan Rupiah

Nilai tukar rupiah bergerak menguat terhadap dolar AS sejak pembukaan perdagangan. Pada pukul 10.30 WIB, rupiah menguat sekitar 0,30 persen ke level Rp17.693 per dolar AS.

"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS," kata analis pasar uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong.

Sentimen: Data Ketenagakerjaan AS dan Risiko Global

Penguatan pasar dipicu oleh koreksi dolar AS setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan pelemahan. Berdasarkan data Automatic Data Processing (ADP) per Agustus 2026, pemberi kerja sektor swasta menambah 38 ribu lapangan kerja, lebih rendah dari perkiraan 47 ribu.

Angka tersebut menandai perlambatan penciptaan lapangan kerja sejak Januari 2026 dan membuat investor berhati-hati menjelang rilis data ekonomi AS lebih lanjut.

Meski demikian, analis memperingatkan penguatan rupiah kemungkinan terbatas. Faktor eksternal seperti eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak berpotensi menekan kembali mata uang domestik.

Prospek dan Implikasi

Investor kini akan mengamati data ekonomi AS berikutnya dan perkembangan geopolitik yang dapat mempengaruhi arus modal serta harga komoditas. Pergerakan IHSG dan rupiah pada sesi selanjutnya akan bergantung pada rilis data makro global dan sentimen risiko pasar.

Pelaku pasar disarankan tetap mewaspadai volatilitas jangka pendek seiring ketidakpastian data ekonomi dan dinamika geopolitik internasional.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait