Komisi XI Setujui Asumsi Dasar APBN 2027, Minta Evaluasi Triwulanan
Komisi XI DPR RI menyetujui asumsi dasar RUU APBN Tahun Anggaran 2027 dan mewajibkan evaluasi indikator ekonomi makro setiap tiga bulan. Keputusan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 September 2026. DPR meminta laporan triwulanan untuk memantau pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah, dan suku bunga SBN agar pengelolaan fiskal tetap aman.
Persetujuan dan kewajiban evaluasi
Komisi XI menegaskan pelaporan triwulanan wajib disampaikan oleh sejumlah kementerian dan lembaga. Tujuannya untuk memastikan asumsi makro yang tertuang dalam RAPBN 2027 tetap relevan dan responsif terhadap perubahan ekonomi.
Instansi yang diminta menyampaikan laporan antara lain:
- Kementerian Keuangan
- Bappenas
- Bank Indonesia
- OJK
- LPS
- Danantara
Laporan perkembangan dan evaluasi asumsi makro dalam pelaksanaan APBN setiap 3 bulan pada tahun 2027
Rincian angka dan asumsi makro
Dalam dokumen RAPBN 2027, pemerintah menetapkan defisit anggaran sebesar Rp671,2 triliun atau 2,40 persen terhadap PDB. Asumsi nilai tukar dirancang pada Rp17.500 per dolar AS. Komisi XI mencatat penurunan defisit dari outlook RAPBN 2026 yang sebesar 2,85 persen menjadi 2,4 persen pada 2027.
Rekomendasi mitigasi dan pengelolaan SAL
Komisi XI menyatakan DPR akan memberikan rekomendasi mitigasi risiko fiskal melalui rapat kerja dengan Kementerian Keuangan. Rekomendasi diarahkan untuk menjaga pengelolaan fiskal agar tetap aman, transparan, dan akuntabel.
Penggunaan saldo anggaran lebih yang kita kenal dengan SAL pada tahun anggaran berjalan harus mendapatkan persetujuan seperti DPR, sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Pengelolaan SAL agar tetap dilakukan secara prudent dan optimal sebagai instrumen penyangga atau fiscal buffer dalam menghadapi ketidakpastian
Arahan pembiayaan dan sinergi kebijakan
DPR mendorong agar pembiayaan utang diarahkan pada kegiatan produktif yang memberi manfaat luas, seperti penciptaan lapangan kerja dan penguatan aktivitas ekonomi nasional. Selain itu, pembiayaan non-utang diharapkan mendukung penyediaan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah dan bank Indonesia memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter dan sektor keuangan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan pasar keuangan. Sekaligus memastikan APBN tetap mampu menjalankan fungsi sebagai shock absorber dan agent of development di tengah ketidakpastian perekonomian global
Komisi XI juga menekankan pentingnya memperluas basis investor serta mengoptimalkan skema KPBU dan pembiayaan terintegrasi. Pemerintah diwajibkan menyampaikan laporan profil utang secara berkala kepada DPR agar posisi fiskal lebih transparan dan mudah dimitigasi.
Langkah-langkah itu diharapkan menjaga APBN berfungsi sebagai instrumen stabilisasi sekaligus pendorong pembangunan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kemendag Dorong UMKM dan Desa Tembus Pasar Ekspor
Kemendag mendorong UMKM, desa, dan mahasiswa tembus pasar ekspor lewat fasilitasi perwakilan luar negeri, pe...
Bulog Pastikan Stok Beras Aman Meski Ancaman El Niño
Bulog menyatakan stok beras nasional aman menghadapi El Niño dan tetap menyalurkan bantuan ke korban gempa N...
DJP Kantongi Rp825,28 Miliar dari Penanganan Pajak Besi dan Baja
DJP mengumpulkan Rp825,28 miliar dari penanganan kepatuhan pajak sektor besi dan baja melalui penindakan, pe...
Kementerian Kehutanan Perkuat Pasar Karbon Indonesia lewat Lokakarya CCPs
Kementerian Kehutanan gelar lokakarya CCPs (1–2 Sept 2026) di Balikpapan untuk memperkuat integritas dan kap...
ID FOOD Kirim 40 Ton Karkas Ayam Layer ke Makassar dan Papua
ID FOOD kirim 40 ton karkas ayam layer ke Makassar dan Papua untuk membuka akses pasar bagi peternak ayam pe...
IHSG Melemah 0,28% saat Jeda Siang, Tekanan dari Kenaikan Minyak
IHSG turun 0,28% pada jeda siang 2 Sept 2026 ke level 6.581,44; kenaikan harga minyak dan ketidakpastian suk...