IHSG Melemah ke 6.660,79 di Sesi I, Waspadai Profit Taking
IHSG melemah 0,11% ke level 6.660,79 pada sesi I perdagangan Jumat, 4 September 2026, setelah dibuka pada 6.695,69. Pergerakan ini terjadi di tengah sentimen global yang membaik, namun pasar juga berhati-hati menghadapi potensi aksi ambil untung menjelang akhir pekan.
Pergerakan IHSG pada Sesi I
Indeks sempat mencapai titik tertinggi intraday di 6.704,12 dan terendah di 6.637,48. Pada penutupan sesi pertama, IHSG turun 7,1 poin dari pembukaan.
- Pembukaan: 6.695,69
- Tertinggi: 6.704,12
- Terendah: 6.637,48
- Penutupan Sesi I: 6.660,79 (-0,11%)
Sentimen Pasar Global dan Pasar Obligasi
Tim analis Phintraco Sekuritas menilai kondisi bursa global yang membaik serta penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS menjadi katalis positif bagi IHSG. Namun demikian, mereka memperingatkan kemungkinan profit taking menjelang akhir pekan.
"Secara teknikal, IHSG menguji level 6.705-6.760 pada perdagangan hari ini. Namun perlu diwaspadai potensi pengambilan keuntungan menjelang akhir pekan di tengah wilayah global yang relatif tinggi,"
Wall Street pada perdagangan Kamis ditopang oleh penurunan imbal hasil obligasi AS dan kenaikan saham sektor perangkat lunak. Sebagian besar bursa Asia-Pasifik juga mencatat penguatan, sementara pelaku pasar menantikan data tenaga kerja AS dan sinyal kebijakan suku bunga The Fed.
Faktor Domestik: Efisiensi Anggaran MBG
Di dalam negeri, pasar mencermati rencana efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk 2027. Anggaran MBG disebut akan ditekan dari sekitar Rp240 triliun menjadi di bawah Rp200 triliun.
Menurut Phintraco, penghematan ini dapat membuka ruang fiskal bagi program pendorong pertumbuhan dan membantu menekan defisit anggaran.
Pasokan Minyak dan Rencana OPEC+
Pelaku pasar juga memantau rencana pertemuan OPEC+ pada Oktober terkait tingkat produksi minyak. Sebelumnya, OPEC+ menaikkan kuota produksi sekitar 188 ribu barel per hari mulai September 2026.
"Rusia menyatakan bahwa sekutunya tidak berencana mengurangi produksi karena pemulihan permintaan global. Jika OPEC+ kembali menaikkan produksi, diharapkan dapat menahan kenaikan harga minyak lebih lanjut,"
Prospek dan Risiko
Secara teknikal, area resistance jangka pendek berada di kisaran 6.705-6.760. Meski sentimen eksternal cenderung positif, risiko aksi ambil untung masih menjadi faktor penekan. Investor disarankan memantau rilis data tenaga kerja AS dan sinyal lanjutan kebijakan moneter The Fed, serta keputusan OPEC+ yang dapat memengaruhi harga minyak global.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
OMNI POS Hadirkan Offline Mode, Jaga Transaksi Kasir Tanpa Internet
OMNI POS hadirkan offline mode yang memungkinkan kasir memproses transaksi dan mencetak struk tanpa koneksi...
Harga Emas Pegadaian Naik, UBS & Galeri24 4 Sep 2026
Harga emas Pegadaian naik 4 Sept 2026: UBS Rp2.659.000/gram (+Rp30.000), Galeri24 Rp2.726.000/gram (+Rp29.00...
Gen-Z Didorong Jadi Penggerak Pengurangan Sisa Pangan
Bapanas mengajak Gen-Z jadi penggerak pengurangan sisa pangan lewat edukasi, kampanye, dan inovasi. Pembicar...
IHSG Dibuka Naik 0,42% pada Sesi I, Sentimen Global & MBG Jadi Faktor
IHSG dibuka naik 0,42% ke 6.695,69 pada 4 Sep 2026; sentimen global, efisiensi MBG, dan pertemuan OPEC+ meme...
Harga Emas Antam Naik Rp31 Ribu, Jadi Rp2,67 Juta per Gram
Harga emas Antam naik Rp31.000 menjadi Rp2,67 juta per gram pada 4 September 2026 menurut data Logam Mulia.
ID FOOD Bukukan Laba Rp1,34 T pada 2025
ID FOOD membukukan laba Rp1,34 triliun pada 2025, balik dari rugi, didorong kenaikan pendapatan, EBITDA, dan...