Gen-Z Didorong Jadi Penggerak Pengurangan Sisa Pangan
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendorong Gen-Z menjadi penggerak pengurangan sisa pangan melalui perubahan kebiasaan, kampanye kreatif, komunitas, penelitian, dan inovasi. Pernyataan itu disampaikan dalam Talkshow GSFS 2026 di Jakarta, Selasa 1 September 2026, yang dihadiri 12 finalis berusia 18–29 tahun.
Dorongan Bapanas kepada generasi muda
Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, mengatakan kreativitas generasi muda penting untuk memperluas upaya penyelamatan pangan. Keterlibatan Gen-Z dinilai dapat memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan dan mendorong perubahan dari lingkungan terdekat.
"Saya sampaikan selamat kepada 12 teman-teman muda yang memiliki kemauan kuat untuk memahami upaya pencegahan sisa pangan. Kreativitas ini penting,"
Ruang edukasi dan saluran komunikasi
Bapanas membuka berbagai ruang edukasi dan pengembangan kapasitas bagi pelajar dan mahasiswa. Program diselenggarakan melalui kuliah praktisi, festival, kegiatan ideation, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Untuk menjangkau karakter generasi muda, sosialisasi juga dilakukan lewat kanal yang lebih dekat dengan mereka.
- Podcast dan influencers dari kalangan Gen-Z
- Lomba poster pencegahan susut dan sisa pangan (2025)
- Gerakan Selamatkan Pangan dan Kampanye Stop Boros Pangan
Dari gagasan ke aksi nyata
Nita menekankan bahwa kekuatan Gen-Z bukan hanya pada gagasan, tetapi juga pada kemampuan menerjemahkannya menjadi aksi di komunitas, tempat kerja, atau lingkungan tempat tinggal.
"Generasi muda dapat memulai upaya penyelamatan pangan. Mulai dari melakukan perubahan perilaku diri sendiri,"
Ia menambahkan optimisme bahwa setelah GSFS 2026 akan muncul aksi nyata berupa penelitian, kajian, dan inovasi sesuai kompetensi masing-masing.
"Saya optimis, setelah kegiatan GSFS 2026 akan lahir aksi nyata dalam pengurangan sisa pangan,"
Pesan dari organisasi masyarakat
Angelique Dewi, mantan Ketua GRASP 2030, juga meminta generasi muda agar pengetahuan tentang pangan diwujudkan menjadi dampak nyata bagi lingkungan sekitar.
"Peran generasi muda jangan berhenti pada pemahaman persoalan pangan saja. Tetapi, harus membawa dampak lingkungan sekitar kalian,"
Implikasi dan langkah ke depan
Keterlibatan Gen-Z diharapkan memperkuat Gerakan Selamatkan Pangan di masyarakat dan membantu menekan angka susut serta sisa pangan. Upaya ini menuntut sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, industri, dan konsumen sesuai kapasitas masing-masing.
Dengan kombinasi edukasi, kampanye kreatif, dan partisipasi aktif, Bapanas berharap generasi muda menjadi katalis perubahan menuju sistem pangan yang lebih berkelanjutan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
IHSG Berpeluang Naik Terbatas di Tengah Penguatan Bursa Global
IHSG ditutup menguat 1,09%; analis melihat peluang uji level 6.705-6.760 didukung penguatan pasar global dan...
Indonesia Bidik Jepang Investasi Transportasi & Infrastruktur
Pemerintah ajak investor Jepang ke forum di Tokyo, menawarkan 32 proyek transportasi dan infrastruktur untuk...
KAI Group Buka Rekrutmen 2026 lewat Portal Karier Terintegrasi
KAI Group membuka rekrutmen eksternal mulai 4 Sep 2026 via portal karier.kai.id; seleksi terbuka SLTA–S1, tr...
KAI Group Layani 351,6 Juta Pelanggan Jan–Agu 2026
KAI Group melayani 351,6 juta pelanggan Jan–Agu 2026, naik 7,09% dengan lonjakan terbesar pada layanan wisat...
KAI Services Dukung Commuter Mini Soccer League U-17
KAI Services mendukung Commuter Mini Soccer League U-17 (1–4 Sept 2026) dengan stan berkumpul dan gerai Kuli...
DPR Pertanyakan Realisasi Target Cukai MBDK Rp1,6 Triliun di RAPBN 2027
DPR mempertanyakan kepastian target penerimaan cukai MBDK Rp1,6 triliun di RAPBN 2027 setelah rencana 2026 g...