IHSG Dibuka Naik 0,42% pada Sesi I, Sentimen Global & MBG Jadi Faktor
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 0,42% pada sesi I perdagangan Jumat, 4 September 2026, dan berada di level 6.695,69 (naik 27,8 poin). Kenaikan ini didorong oleh sentimen pasar global yang membaik serta perkembangan domestik terkait efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pembukaan IHSG dan prospek teknikal
IHSG membuka perdagangan dengan tren penguatan namun kenaikannya diperkirakan terbatas pada hari ini. Pada penutupan Kamis, 3 September 2026, indeks ditutup di level 6.667,89 atau menguat 1,09%.
"Secara teknikal, IHSG menguji level 6.705-6.760 pada perdagangan hari ini,"
Pernyataan tersebut disampaikan oleh analis pasar modal dari Tim Phintraco Sekuritas. Analis menilai area 6.705-6.760 menjadi level yang perlu dicermati oleh pelaku pasar.
Sentimen global dan data AS
Penguatan di dalam negeri mendapat dukungan dari pergerakan bursa global. Wall Street menutup sesi Kamis dengan penguatan didorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan kenaikan saham sektor perangkat lunak.
Mayoritas bursa Asia-Pasifik juga kompak menguat, meski pelaku pasar masih menantikan data tenaga kerja AS dan sinyal kebijakan suku bunga The Fed yang dapat memicu volatilitas.
Perhatian jelang akhir pekan dan aksi ambil untung
"Namun perlu diwaspadai potensi pengambilan keuntungan menjelang akhir pekan di tengah wilayah global yang relatif tinggi,"
Peringatan itu disampaikan Tim Phintraco, menandakan kemungkinan fluktuasi sesi menjelang penutupan mingguan.
Isu domestik: efisiensi anggaran MBG
Di dalam negeri, pernyataan Menteri Keuangan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan pasar. Menkeu menyebut anggaran MBG 2027 yang semula Rp240 triliun akan ditekan menjadi di bawah Rp200 triliun melalui efisiensi dan pemanfaatan teknologi.
"BGN akan kembali menghitung kebutuhan anggaran 2027 dengan mempertimbangkan hasil pembenahan data penerima manfaat dan pelaksanaan program di lapangan,"
Pernyataan itu, menurut Tim Phintraco, menunjukkan potensi penghematan yang bisa membuka ruang fiskal bagi program lain dan membantu menekan defisit anggaran.
Pasokan minyak dan pertemuan OPEC+
Phintraco juga mencatat rencana pertemuan OPEC+ untuk membahas kuota produksi minyak Oktober. Sebelumnya, OPEC+ menaikkan kuota produksi sebesar 188 ribu barel per hari mulai September 2026.
Tim tersebut menyebut pernyataan Rusia bahwa sekutu tidak berniat mengurangi produksi karena pemulihan permintaan global. Jika OPEC+ kembali menaikkan produksi, harapannya adalah penahan laju kenaikan harga minyak.
Pasar diperkirakan akan bergerak hati-hati dalam beberapa sesi mendatang, menimbang kombinasi sentimen global, pembenahan anggaran domestik, dan potensi aksi ambil untung menjelang akhir pekan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
IHSG Berpeluang Naik Terbatas di Tengah Penguatan Bursa Global
IHSG ditutup menguat 1,09%; analis melihat peluang uji level 6.705-6.760 didukung penguatan pasar global dan...
Indonesia Bidik Jepang Investasi Transportasi & Infrastruktur
Pemerintah ajak investor Jepang ke forum di Tokyo, menawarkan 32 proyek transportasi dan infrastruktur untuk...
KAI Group Buka Rekrutmen 2026 lewat Portal Karier Terintegrasi
KAI Group membuka rekrutmen eksternal mulai 4 Sep 2026 via portal karier.kai.id; seleksi terbuka SLTA–S1, tr...
KAI Group Layani 351,6 Juta Pelanggan Jan–Agu 2026
KAI Group melayani 351,6 juta pelanggan Jan–Agu 2026, naik 7,09% dengan lonjakan terbesar pada layanan wisat...
KAI Services Dukung Commuter Mini Soccer League U-17
KAI Services mendukung Commuter Mini Soccer League U-17 (1–4 Sept 2026) dengan stan berkumpul dan gerai Kuli...
DPR Pertanyakan Realisasi Target Cukai MBDK Rp1,6 Triliun di RAPBN 2027
DPR mempertanyakan kepastian target penerimaan cukai MBDK Rp1,6 triliun di RAPBN 2027 setelah rencana 2026 g...