Ekonomi

IHSG Berpeluang Naik Terbatas di Tengah Penguatan Bursa Global

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat namun terbatas setelah ditutup positif pada perdagangan terakhir. Pada Kamis, 3 Agustus 2026, IHSG ditutup pada level 6.667,89 atau naik 1,09%. Analis menilai penguatan pasar global dan penurunan imbal hasil obligasi AS menjadi sentimen utama.

Pergerakan IHSG dan proyeksi teknikal

Analisis teknikal menunjukkan potensi uji resistance di kisaran 6.705-6.760 pada perdagangan berikutnya. Hal ini disampaikan oleh Analis Pasar Modal dari Tim Phintraco Sekuritas pada Jumat, 4 September 2026.

"Secara teknikal, IHSG berpeluang menguji level 6.705-6.760 pada perdagangan hari ini,"

Meski ada ruang kenaikan, para pelaku pasar diminta waspada terhadap aksi ambil untung menjelang akhir pekan yang bisa membatasi laju kenaikan.

Sentimen pasar global

Bursa saham Wall Street menguat signifikan seiring turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS dan penguatan saham sektor perangkat lunak. Di kawasan Asia-Pasifik, mayoritas bursa juga berbalik menguat pada perdagangan hari yang sama.

Pelaku pasar kini memantau data tenaga kerja AS dan sinyal suku bunga dari the Fed sebagai faktor penentu arah lanjutan pasar global.

Isu anggaran MBG dan dampaknya

Di dalam negeri, pasar mencermati pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menkeu menyebut anggaran MBG 2027 yang awalnya Rp240 triliun berpotensi ditekan hingga di bawah Rp200 triliun melalui efisiensi pemanfaatan teknologi.

"BGN akan kembali menghitung kebutuhan anggaran 2027 dengan mempertimbangkan hasil pembenahan data penerima manfaat dan pelaksanaan program di lapangan,"

Pengurangan anggaran MBG, jika terealisasi, dapat memberi ruang fiskal untuk program lain yang mendorong pertumbuhan sekaligus menekan defisit anggaran.

Faktor komoditas: pertemuan OPEC+

Rencana pertemuan negara-negara anggota OPEC+ menjadi perhatian lain. Aliansi sebelumnya telah menaikkan kuota produksi sebesar 188 ribu barel per hari mulai September 2026.

"Rusia menyatakan bahwa aliansi ini tidak berencana mengurangi produksi karena pemulihan permintaan global. Jika OPEC+ kembali menaikkan produksi, diharapkan dapat menahan kenaikan harga minyak lebih lanjut,"

Perkembangan ini berpotensi meredam tekanan inflasi global dan memengaruhi sentimen pasar komoditas yang berdampak pada saham-saham energi.

Prospek dan risiko

Secara ringkas, IHSG memiliki peluang naik terbatas didukung sentimen global dan ketenangan pasar obligasi. Namun, risiko aksi profit taking, perkembangan data ekonomi AS, serta keputusan produksi OPEC+ bisa membatasi atau membalikkan pergerakan tersebut.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait