Ekonomi

KAI Catat 140 Juta Pelanggan dan Percepat Ekspansi Layanan KRL

Bagikan:
Kerumunan penumpang KRL di stasiun Jakarta saat jam sibuk

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat pertumbuhan pelanggan lebih dari 140 juta orang dalam 10 tahun terakhir dan menggenjot ekspansi layanan KRL untuk menjawab lonjakan mobilitas perkotaan. Manajemen mengumumkan arah kebijakan pengembangan infrastruktur pada Jumat, 4 September 2026, di Stasiun BNI City Jakarta.

Peningkatan pelanggan dan tekanan pada layanan perkotaan

Manajemen menyatakan kenaikan volume penumpang KRL telah menembus ratusan juta orang sepanjang tahun ini. Lonjakan itu membuat kapasitas angkut menjadi kebutuhan mendesak, terutama pada jalur suburban berpenumpukan.

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan perlu penanganan jangka panjang terhadap kepadatan layanan angkutan dalam kota. Ia menekankan perlunya perencanaan yang berkelanjutan untuk 10 hingga 20 tahun ke depan.

"Ini adalah pertumbuhan pelanggan kita selama 10 tahun itu meningkat lebih dari 140 juta. Bagaimana sebenarnya pelanggan kita meningkat, frekuensi kita juga ada peningkatan, tetapi masih kurang nih, terutama di Green Line ya,"

Strategi integrasi stasiun dan perpanjangan peron

KAI memprioritaskan integrasi antarstasiun di Jakarta untuk memperluas ruang tunggu dan memperlancar aliran penumpang. Salah satu proyek yang disorot adalah penyatuan peron antara Stasiun Karet dan Sudirman Baru.

Perusahaan juga menyiapkan skema investasi untuk memperpanjang fasilitas peron agar dapat menampung rangkaian kereta lebih panjang. Langkah ini bertujuan mendukung pengoperasian kereta dengan jumlah gerbong lebih besar.

"Karena nanti baik yang investasi yang diarahkan oleh Pak Prabowo dan investasi kami yang kami sudah buat sampai saat ini, kereta KRL tidak ada lagi di luar 12. Sehingga stasiun-stasiun kami harus bisa melayani 12 kereta,"

Langkah teknis yang disiapkan

  • Integrasi peron dan penataan stasiun transit untuk aliran penumpang lebih tertib.
  • Perpanjangan peron agar stasiun dapat melayani rangkaian hingga 12 kereta.
  • Peningkatan frekuensi dan penataan layanan di koridor dengan pertumbuhan penumpang tinggi.
  • Perencanaan jangka panjang untuk mengatasi kebutuhan 10–20 tahun ke depan.

Suara penumpang dan kondisi di lapangan

Penumpang KRL mengaku merasakan kepadatan di beberapa stasiun utama, terutama saat jam sibuk berangkat dan pulang kerja. Kondisi ini memicu harapan agar perbaikan kapasitas ruang transit segera rampung.

"Stasiun Sudirman Baru dan Stasiun Sudirman sendiri semakin padat seperti malam ini. Apalagi di jam-jam berangkat dan pulang kerja. Sekarang saja, Jumat banyak yang WFH, lumayan padat,"

Permintaan masyarakat terhadap layanan yang lebih luas dan tertata mendorong KAI mempercepat program infrastruktur. Perbaikan stasiun dan penguatan kapasitas menjadi fokus utama untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan perjalanan.

Penutup: implikasi dan prospek

Dengan catatan pertumbuhan lebih dari 140 juta pelanggan, KAI menghadapi tugas besar menyelaraskan kapasitas prasarana dengan permintaan. Implementasi integrasi stasiun dan perpanjangan peron menjadi langkah awal yang harus diikuti pemantauan dan investasi berkelanjutan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait