Volume Penumpang KAI Tumbuh Lebih dari 7 Persen
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat kenaikan volume penumpang lebih dari 7 persen secara konsisten pada periode Januari–Agustus, menurut manajemen yang memaparkan capaian operasional di Stasiun BNI City, Jakarta, Jumat, 4 September 2026. Pemulihan mobilitas masyarakat dan perbaikan layanan menjadi pemicu lonjakan trafik ini.
Kenaikan volume dan distribusi layanan
Manajemen menyatakan pertumbuhan paling signifikan terjadi pada layanan jarak jauh dan kereta lokal. Anne Purba, VP Corporate Communication KAI, menyebutkan angkanya hampir 9 persen untuk kedua segmen tersebut.
"Ini kinerja kita dari Januari sampai Agustus. Kalau dilihat dari pertumbuhannya, secara keseluruhan KAI Group itu ... kita mengalami kenaikan lebih dari 7 persen," ujar Anne.
Sementara itu, segmen komuter—termasuk Jabodetabek, komuter Jawa, dan kereta bandara—melaporkan pertumbuhan sekitar 6 persen. Namun volume absolut komuter tetap besar karena layanan ini melayani jutaan perjalanan per hari.
Ketepatan waktu dan kepuasan pelanggan
KAI menegaskan komitmen menjaga ketepatan waktu. Evaluasi internal menunjukkan on-time performance tetap di atas 90 persen, dengan angka kedatangan dilaporkan mendekati 95 persen.
"Setelah kita melakukan evaluasi, untuk on-time performance kita masih bisa mempertahankan di atas 90 persen... itu sekitar 95 persen," kata Anne.
Pengukuran kepuasan pelanggan juga dilakukan secara ilmiah. KAI mengungkapkan customer satisfaction index mencapai 4,53 pada skala 1 sampai 5. Perusahaan menerima masukan terkait aplikasi tiket digital dan fitur layanan sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan.
"...kritik dan saran terhadap ticketing kita, Access by KAI, tarif, dan yang lain, ini terus kami terima..." ujar Anne.
Isu tarif dan respons komunitas
Perwakilan komunitas pengguna menyebutkan kereta sebagai moda pilihan utama karena jangkauan, keselamatan, dan efisiensi waktu. Namun, ada keluhan soal tarif, terutama pada rute komersial.
"Moda transportasi itu menjadi pilihan utama ... Namun, muncul keluhan soal tarif," kata perwakilan komunitas, Caca.
Anne merespons dengan menegaskan bahwa penetapan tarif mengikuti batas regulasi dan mempertimbangkan willingness to pay serta ability to pay. KAI juga menyatakan sedang mengarah pada skema tarif dinamis.
Langkah perbaikan dan produk baru
Untuk menyeimbangkan kenyamanan dan keterjangkauan, manajemen meluncurkan varian kursi ekonomi baru. Perusahaan menekankan komitmen menyesuaikan pertumbuhan bisnis dengan peningkatan kualitas layanan.
Dengan indikator kepuasan dan keterandalan yang meningkat, KAI menempatkan perbaikan layanan digital dan penyesuaian tarif sebagai fokus berikutnya untuk mempertahankan momentum pemulihan penumpang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...