IHSG Melemah 0,47% ke 6.636,47 pada 4 Sep 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Jumat, 4 September 2026, turun 0,47 persen ke level 6.636,47. Pelemahan terjadi menjelang akhir pekan dan dipicu oleh minimnya katalis domestik serta sentimen global.
Pergerakan indeks
IHSG dibuka pada level 6.695 dan bergerak fluktuatif sepanjang hari. Indeks sempat mencapai titik tertinggi di 6.704 dan menyentuh titik terendah pada awal perdagangan di 6.633,91 sebelum menutup lebih rendah.
Aktivitas perdagangan
Perdagangan mencatat aktivitas tinggi dengan volume dan nilai transaksi berikut:
- Volume: 35,27 miliar saham
- Nilai transaksi: Rp14,7 triliun
- Frekuensi: sekitar 2 juta kali transaksi
Dari sisi saham, tercatat 256 saham menguat, 363 saham melemah, dan 172 saham stagnan. Beberapa sektor juga mengalami tekanan; sektor transportasi tercatat sebagai penurun terdalam dengan penurunan sebesar 1,09 persen.
Sentimen pasar domestik dan global
Tim riset menilai pergerakan hari ini dipengaruhi kombinasi faktor domestik dan eksternal. Berikut kutipan dari riset pasar yang menjadi acuan pelaku pasar:
Minimnya katalis domestik, ketidakpastian geopolitik, serta rilis inflasi AS pekan depan berpotensi membatasi pergerakan IHSG,
kata tim Phintraco dalam risetnya pada Jumat, 4 September 2026. Selain itu, aksi profit taking menjelang akhir pekan ikut menekan indeks.
Di sisi regional, Bursa Asia justru mencatat penguatan. Pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller disebut menjadi salah satu penopang pasar Asia. Menurut tim Pilarmas:
Jika tekanan terhadap inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda, The Fed cenderung akan mempertahankan tingkat suku bunga bulan September ini,
kata tim Pilarmas.
Faktor internal
Dalam negeri, pergerakan IHSG yang variatif mendapat dukungan dari meningkatnya kepercayaan pasar seiring transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI). Pasar menaruh harap pada kebijakan baru yang dinilai dapat mendukung stabilitas dan pertumbuhan.
Prospek ke depan
Para pelaku pasar akan memantau rilis inflasi AS dan kebijakan suku bunga The Fed, sekaligus respons kebijakan dari BI. Transisi kepemimpinan BI dan dinamika data inflasi global diperkirakan tetap menjadi faktor yang menentukan arah IHSG dalam beberapa waktu ke depan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
OJK Siapkan Dua POJK untuk Atur Bursa Mineral Strategis
OJK menyiapkan dua draf POJK untuk mengatur masa peralihan dan penyelenggaraan Bursa Mineral dan Komoditas S...
OJK Pastikan Aturan Demutualisasi BEI Terbit September 2026
OJK memastikan POJK demutualisasi BEI selesai dan diterbitkan pada September 2026, setelah harmonisasi denga...
IHSG Melemah ke 6.660,79 di Sesi I, Waspadai Profit Taking
IHSG turun 0,11% ke 6.660,79 pada sesi I 4 Sept 2026; bursa global membaik namun risiko ambil untung tetap m...
OJK Batasi Kepemilikan Saham BEI Maksimal 5% Usai Demutualisasi
OJK menetapkan batas kepemilikan saham BEI maksimal 5% pasca demutualisasi, dengan pengecualian untuk pemega...
Komisi XI Setujui RKA OJK 2027 Rp10,5 Triliun
Komisi XI DPR setujui RKA OJK 2027 sebesar Rp10,5 triliun untuk memperkuat pengawasan, pengaturan, dan perli...
DPR Minta Anggaran BAPETEN Naik Jadi Rp590 Miliar
Komisi XII DPR mendorong anggaran BAPETEN naik menjadi Rp590 miliar untuk memperkuat pengawasan nuklir; BIG...