DPR Minta Anggaran BAPETEN Naik Jadi Rp590 Miliar
Komisi XII DPR mendorong peningkatan anggaran BAPETEN menjadi sekitar Rp590 miliar untuk memperkuat fungsi pengawasan dan pelayanan publik. Pernyataan itu disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat antara Komisi XII, BAPETEN, dan BIG pada Rabu, 2 September 2026, di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta. Dorongan anggaran muncul menyusul meluasnya pemanfaatan teknologi nuklir di berbagai sektor dan rencana pengembangan PLTN.
Dorongan kenaikan anggaran BAPETEN
Wakil Ketua Komisi XII DPR, Sugeng Suparwoto, menyatakan penguatan kapasitas BAPETEN perlu diikuti alokasi anggaran yang memadai. Menurutnya, pengawasan harus diperkuat agar potensi kebocoran atau kontaminasi dapat dicegah. Komisi XII mendorong agar alokasi awal sekitar Rp160 miliar direvisi mendekati Rp590 miliar dan akan diperjuangkan dalam pembahasan bersama Badan Anggaran DPR RI.
Pengawasan itu sangat penting karena pemanfaatan nuklir pada masyarakat semakin luas, baik di dunia pertanian, kesehatan, maupun industri manufaktur. Jangan sampai terjadi lagi kecolongan impor barang tercemar cesium seperti di Serang hanya karena SDM atau peralatan pengawasan kita tidak memadai.
Pengawasan PLTN dan aspek teknis
Sugeng menekankan kesiapan BAPETEN mengawal rencana pembangunan PLTN di Indonesia. Pengawasan harus menyentuh seluruh aspek, mulai bahan baku seperti uranium dan thorium, pencegahan kebocoran reaktor, hingga pengelolaan limbah nuklir. Ia menilai aspek pengawasan sama pentingnya dengan aspek teknikal pembangunan pembangkit.
PLTN selain aspek teknikalnya, yang jauh lebih penting adalah aspek pengawasannya. Bagaimana mengawasi bahan baku uranium atau thorium, pencegahan kebocoran reaktor, hingga penyimpanan limbahnya.
Peran BIG dalam penyediaan data geospasial
Selain membahas BAPETEN, rapat juga menyoroti peran Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam mendukung kebijakan pemerintah. Komisi XII menilai data geospasial penting untuk mendukung Kebijakan Satu Peta, perencanaan tata ruang, mitigasi bencana, dan perlindungan lahan pertanian produktif. Integrasi data geospasial dengan data sosial dan kependudukan dianggap dapat meningkatkan ketepatan sasaran program pemerintah.
BIG akan memetakan kawasan potensi bencana seperti daerah rawan longsor, sekaligus memverifikasi alih fungsi lahan sawah produktif. Bahkan, BIG juga akan melakukan geo-tagging pemetaan wilayah pemukiman saudara-saudara kita yang masuk kategori miskin.
Persetujuan pagu BIG 2027 dan rincian anggaran
Komisi XII menyepakati pagu anggaran BIG untuk Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp2,46 triliun. Rincian anggaran ini terbagi antara dukungan manajemen dan penyelenggaraan informasi geospasial.
| Program | Anggaran 2027 |
|---|---|
| Program Dukungan Manajemen | Rp161,2 miliar |
| Program Penyelenggaraan Informasi Geospasial | Rp2,30 triliun |
Langkah selanjutnya
Komisi XII akan melanjutkan upaya memperjuangkan penguatan anggaran BAPETEN dalam pembahasan bersama Banggar DPR. Keputusan akhir anggaran diharapkan mencerminkan kebutuhan pengawasan yang meningkat seiring ekspansi pemanfaatan teknologi nuklir di berbagai sektor.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...