ID FOOD Bukukan Laba Rp1,34 T pada 2025
PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD membukukan laba bersih sebesar Rp1,34 triliun untuk tahun buku 2025, berbalik dari rugi Rp231 miliar pada 2024. Pencapaian ini dilaporkan pada 3 September 2026 dan didorong oleh peningkatan pendapatan, perbaikan struktur keuangan, serta efisiensi operasional.
Kinerja keuangan dan target RKAP
ID FOOD melampaui target RKAP 2025, dengan laba yang setara 216 persen dari target Rp621 miliar. Pendapatan konsolidasian tercatat Rp19,91 triliun, naik 55,5 persen dari Rp12,80 triliun pada 2024.
Komponen profitabilitas lain yang meningkat adalah EBITDA, yang mencapai Rp899 miliar atau naik 110,5 persen dari Rp427 miliar tahun sebelumnya. Manajemen menyatakan kenaikan EBITDA memperkuat kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan modal kerja dan kewajiban pembiayaan.
Pendorong pertumbuhan operasional
Direktur Utama ID FOOD, Ghimoyo, menilai perbaikan kinerja berasal dari perbaikan operasional dan restrukturisasi keuangan. Dia menekankan peningkatan pendapatan sebagai faktor utama perbaikan margin perusahaan.
"Pada tahun 2025, pendapatan konsolidasian Perseroan mencapai Rp19,91 triliun. Meningkat dari tahun sebelumnya,"
— Ghimoyo, Kamis 3 September 2026
Produksi dan kontribusi komoditas
Perbaikan keuangan seiring dengan peningkatan produksi beberapa komoditas strategis. Produksi gula pada 2025 mencapai 329.728 ton, atau 103 persen dari target 321.427 ton. Kenaikan produksi mendongkrak penjualan gula, termasuk Gula Kristal Putih (GKP).
Kinerja positif juga tercatat pada sektor perdagangan, peternakan, garam, perikanan, dan pertanian, yang turut menopang pertumbuhan pendapatan dan arus kas perusahaan.
Strategi dan fokus untuk 2026
Memasuki 2026, manajemen menjadikan capaian 2025 sebagai pijakan untuk menjaga pertumbuhan. Fokus diarahkan pada penguatan produktivitas dan profitabilitas, optimalisasi aset, peningkatan efisiensi, serta tata kelola yang lebih baik.
ID FOOD juga menegaskan komitmen mendukung program Asta Cita pemerintah, dengan kontribusi diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung upaya swasembada nasional.
Dengan basis keuangan yang lebih kuat dan peningkatan kapasitas produksi, perusahaan berharap dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sambil memperluas investasi dan pengembangan usaha secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
IHSG Berpeluang Naik Terbatas di Tengah Penguatan Bursa Global
IHSG ditutup menguat 1,09%; analis melihat peluang uji level 6.705-6.760 didukung penguatan pasar global dan...
Indonesia Bidik Jepang Investasi Transportasi & Infrastruktur
Pemerintah ajak investor Jepang ke forum di Tokyo, menawarkan 32 proyek transportasi dan infrastruktur untuk...
KAI Group Buka Rekrutmen 2026 lewat Portal Karier Terintegrasi
KAI Group membuka rekrutmen eksternal mulai 4 Sep 2026 via portal karier.kai.id; seleksi terbuka SLTA–S1, tr...
KAI Group Layani 351,6 Juta Pelanggan Jan–Agu 2026
KAI Group melayani 351,6 juta pelanggan Jan–Agu 2026, naik 7,09% dengan lonjakan terbesar pada layanan wisat...
KAI Services Dukung Commuter Mini Soccer League U-17
KAI Services mendukung Commuter Mini Soccer League U-17 (1–4 Sept 2026) dengan stan berkumpul dan gerai Kuli...
DPR Pertanyakan Realisasi Target Cukai MBDK Rp1,6 Triliun di RAPBN 2027
DPR mempertanyakan kepastian target penerimaan cukai MBDK Rp1,6 triliun di RAPBN 2027 setelah rencana 2026 g...