AVRAM Perkuat Bisnis Investasi lewat One Avrist Synergy
PT Avrist Asset Management (AVRAM) memperkuat bisnis pengelolaan investasi sebagai bagian dari inisiatif One Avrist Synergy. Pernyataan itu disampaikan pada acara integrasi empat entitas Avrist Group, Kamis, 3 September 2026, untuk mendongkrak sinergi produk dan distribusi.
Profil dan kapasitas aset
AVRAM beroperasi sebagai manajer investasi dan penasihat investasi yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Perusahaan memiliki pengalaman 15 tahun di industri pasar modal Indonesia.
Perusahaan memperoleh sertifikasi ISO 9001 pada 2015. Saat ini, AVRAM mengelola dana sekitar Rp3,7 triliun dari nasabah institusi dan individu yang tersebar di berbagai wilayah.
Ragam produk dan jangkauan investor
AVRAM menawarkan 33 produk reksa dana yang meliputi pendapatan tetap, produk proteksi, hingga Efek Beragun Aset (EBA). Komposisi produk terdiri dari sekitar 47% reksa dana konvensional dan 52,96% reksa dana syariah.
Selain reksa dana, AVRAM menyediakan layanan discretionary fund dan investment advisory services untuk kebutuhan institusi. Untuk memperluas akses, perusahaan bermitra dengan 23 distributor atau selling agent dan satu gerai bank syariah.
Melalui jaringan distribusi itu, produk AVRAM telah menjangkau lebih dari 57 ribu investor dengan dana kelolaan sekitar Rp642 miliar.
Strategi operasional dan pilar keberlanjutan
Untuk memperkuat keberlanjutan bisnis, AVRAM menjalankan lima pilar strategis. Langkah ini dimaksudkan agar layanan investasi lebih relevan dan kompetitif.
- Corporate branding
- Organizational development
- Distribution
- Product
- Operational system
Agus Sugianto, Direktur AVRAM, menegaskan peran perusahaan dalam ekosistem grup. Ia menyebut AVRAM sebagai penggerak nilai investasi di Avrist Group.
"Keberagaman produk menjadi strategi AVRAM menghadirkan solusi investasi yang dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing nasabah," ujar Agus Sugianto.
Dampak dan prospek
AVRAM memanfaatkan perannya untuk mengelola produk secara profesional dan mengoptimalkan aset grup. Pertumbuhan bisnis diharapkan meningkatkan kontribusi terhadap profitabilitas Avrist Group.
Ke depan, perusahaan fokus menajamkan solusi untuk investor institusi dan ritel. Implementasi pilar strategis serta perluasan distribusi menjadi kunci memperbesar pangsa pasar.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...