Ogawa: Wasit Indonesia Siap Lebih Baik Musim 2026/2027
Ketua Komite Perwasitan PSSI, Yoshimi Ogawa, menyatakan optimisme bahwa wasit Indonesia akan tampil lebih baik pada musim 2026/2027. Pernyataan itu disampaikan usai ia memberi materi pada workshop perwasitan di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis, 3 September 2026. Ogawa mengaitkan keyakinannya dengan program kursus intensif yang berlangsung sejak akhir Juli hingga akhir Agustus 2026.
Hasil kursus intensif
Ogawa mengatakan kursus tersebut dirancang untuk meningkatkan kesiapan teknis dan fisik para pengadil lapangan. Program berlangsung selama sebulan dan menyasar empat kategori wasit. Tujuannya memastikan wasit siap memimpin berbagai level pertandingan.
“Saya yakin mereka bisa tampil 100 persen lebih baik. Lebih baik daripada musim lalu,”
Empat kategori wasit
Menurut Ogawa, peserta kursus berasal dari beberapa tingkatan kompetisi. Ia merinci kelompok yang mengikuti program tersebut untuk memastikan cakupan pelatihan merata.
- Wasit dan asisten wasit Liga Super
- Wasit Championship
- Wasit Liga Nusantara dan kompetisi di bawahnya
- Wasit liga wanita
"Kami memiliki empat kategori wasit. Wasit, asisten wasit, yang bertugas di Liga Super, Championship, kemudian Liga Nusantara, dan di bawahnya, serta (liga) wanita,"
Peningkatan fisik dan disiplin
Ogawa menyoroti perkembangan kondisi fisik dan kedisiplinan peserta. Ia mencatat perbaikan postur tubuh dan kemampuan mengambil posisi yang tepat saat insiden pertandingan. Perubahan itu menurutnya meningkatkan kepercayaan diri wasit saat mengambil keputusan di lapangan.
“Saya memiliki keyakinan bahwa kedisiplinan mereka semua meningkat. Mereka bisa mengontrol tubuh sendiri,”
Ia menambahkan, postur tubuh mereka benar-benar berbeda dan kini lebih yakin untuk menempatkan diri pada posisi yang tepat melihat sebuah insiden.
Kendala dan harapan
Ogawa juga mengakui batasan yang dihadapi pelatihan wasit. Berbeda dengan pemain klub profesional, wasit tidak bisa berkumpul setiap hari untuk berlatih bersama. Oleh karena itu, kursus intensif dianggap langkah yang realistis untuk menaikkan standar dalam waktu singkat.
"Meskipun mereka bukan seperti klub profesional, kami tidak bisa meminta mereka (berkumpul) setiap hari. Tetapi kami menyelenggarakan kursus ini untuk mereka, yang berarti mereka siap untuk memimpin pertandingan,"
Ia mengingatkan bahwa kesalahan masih mungkin terjadi karena dinamika sepak bola. Namun, Ogawa yakin kemajuan teknis dan fisik dari kursus ini menjadi modal penting menghadapi kompetisi musim mendatang.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Marcos Llorente Pensiun dari Timnas Spanyol
Marcos Llorente (31) mengumumkan pensiun dari timnas Spanyol lewat Instagram, keputusan yang diambil sebelum...
JAPFA Chess Festival 2026: Satria Duta Kalahkan Khuong Dau
Satria Duta menang atas Khuong Dau pada babak keenam JAPFA Chess Festival 2026 di Senayan; JAPFA juga gelar...
Bintang/Sofyan ke Perempat Final, Hadapi Wakil Australia
Bintang Akbar/Sofyan Rachman ke perempat final AVC Beach Continental 2026 setelah menaklukkan Sam/Ben O'Dea...
Persija Bidik Poin di Markas Borneo pada Laga Pembuka
Persija menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri pada 5 September 2026; Shin Tae-yong memprediksi perlawanan b...
Iraola: Liverpool Harus Menang di Lawatan ke Ipswich
Andoni Iraola menegaskan Liverpool harus menang saat melawat ke Ipswich (5 Sept 2026). Ia optimistis dengan...
Megawati Absen Asian Games, PBVSI Siapkan Regenerasi Voli Putri
Megawati Hangestri absen dari Asian Games 2026 untuk pemulihan; PBVSI gunakan kesempatan itu untuk mempercep...