Ekonomi

BAZNAS Perkuat Transparansi Jelang Monev KIP 2026

Bagikan:
Sosialisasi Monev KIP 2026 oleh BAZNAS memperkuat keterbukaan informasi publik

BAZNAS RI memperkuat tata kelola layanan informasi publik menjelang pelaksanaan Monev KIP 2026 melalui sosialisasi yang digelar di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026. Langkah ini bertujuan menjaga predikat lembaga publik informatif dan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan zakat.

Prestasi 2025 dan momentum peningkatan

Pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025, BAZNAS meraih predikat lembaga publik informatif kategori nonstruktural dan menempati peringkat kedua dengan nilai 97,70. Pencapaian itu menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas layanan informasi publik.

"Prestasi yang kita peroleh tahun 2025, jangan itu menjadikan kita berpuas diri, jangan menjadikan kita terlena, tapi harus kita tingkatkan,"

Kriteria Monev dan koordinasi internal

Wakil Ketua BAZNAS menekankan pentingnya pemahaman mendalam atas kriteria dan instrumen penilaian Monev KIP 2026. Menurutnya, pemahaman tersebut diperlukan agar pengelolaan data dan informasi berjalan cepat, akurat, terkoordinasi, dan mudah diakses masyarakat.

"Untuk itu saya mohon kepada kita semuanya, seluruh unit kerja untuk memahami secara mendalam kriteria dan instrumen penilaian KIP atau Monev KIP tahun 2026,"

Sinkronisasi data dan kebijakan internal

Deputi I BAZNAS Bidang Pengumpulan, H. M. Arifin Purwakananta, menyatakan penyelarasan pengelolaan data dengan kebijakan internal adalah kunci memenuhi indikator keterbukaan. Ia juga mengaitkan status informatif dengan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga.

"Jadi, mana-mana lembaga yang disebut informatif, tidak informatif, jadi gitu kita akan berbahaya kalau BAZNAS masuk ke dalam kategori yang walaupun masyarakat tidak baca dalamnya, tapi begitu disebut tidak informatif, wah kita dianggap ada masalah,"

Transparansi sebagai instrumen kepercayaan

Penguatan keterbukaan informasi dipandang krusial karena BAZNAS mengelola dana zakat yang bersumber dari kepercayaan masyarakat. Transparansi tidak hanya memenuhi indikator KIP, tetapi juga memastikan publik mengetahui bagaimana dana dihimpun, dikelola, dan disalurkan.

Komitmen seluruh unit kerja

Dalam kegiatan sosialisasi hadir jajaran pimpinan dan menyatakan komitmen meningkatkan tata kelola informasi. Mereka sepakat menjadikan Monev KIP 2026 sebagai momentum perbaikan manajemen informasi, bukan sekadar agenda administratif.

  • Direktur
  • Kepala biro
  • Kepala divisi

Evaluasi Monev KIP 2026 diharapkan memacu perbaikan kualitas informasi publik, memperkuat akuntabilitas, dan memastikan hak masyarakat atas informasi pengelolaan zakat terpenuhi. Langkah ini juga penting untuk mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap BAZNAS.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait