Ekonomi

Lions Air Tanggapi Keluhan Proses Refund di Bandara Soetta

Bagikan:
Petugas maskapai melayani penumpang di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta

Direksi Lions Air Group menjelaskan mekanisme refund dan reschedule setelah pembatalan penerbangan di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Senin, 7 September 2026. Kebijakan ini diberlakukan menyusul gangguan operasional akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Perusahaan menyatakan ada dua opsi bagi penumpang: pengembalian uang atau penjadwalan ulang.

Penawaran: refund atau jadwal ulang

Lions Air menawarkan dua pilihan kepada penumpang terdampak pembatalan. Opsi pertama adalah refund, opsi kedua adalah reschedule ke penerbangan berikutnya. Pilihan disampaikan langsung oleh petugas di bandara saat penumpang melapor karena penerbangan dibatalkan.

Proses dan jangka waktu pengembalian

Direktur of Airport Service and Facilities Lions Group, Ariga Cakrawala Putera, menjelaskan cara kerja pengembalian dana. Menurut Ariga, proses bisa diarahkan lewat loket di bandara atau melalui aplikasi. Waktu pemrosesan diperlukan sebelum dana kembali ke penumpang.

"Pertama, kita tawarkan ke penumpang, untuk refund atau reschedule. Untuk refund sendiri nanti kita akan proses secara sistem. Bisa lewat di bandara ataupun melalui aplikasi. Proses refundnya itu 7-14 hari kerja," kata Ariga Cakrawala Putera.

Ariga menegaskan nominal yang dikembalikan adalah sesuai harga tiket yang dibeli. Namun untuk penumpang yang memilih reschedule, maskapai belum bisa memastikan kapan penerbangan dapat dijalankan kembali karena kondisi bandara masih dipengaruhi abu dan gangguan akibat erupsi.

Kondisi bandara dan prioritas penumpang reschedule

Maskapai menyatakan tidak dapat memprediksi kapan Bandara Soekarno-Hatta akan kembali normal. Sementara menunggu pembukaan, penumpang yang memilih reschedule akan dimasukkan dalam daftar prioritas saat operasional dilanjutkan.

"Kita tidak bisa memprediksikan kapan bandara ini akan dibuka. Kita terus memonitor perkembangan dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Nanti kita akan melakukan refund ataupun reschedule," ujar Ariga.

Keluhan penumpang soal waktu proses

Beberapa penumpang mengeluhkan lamanya waktu pemrosesan refund. Salah satunya, Ami, penumpang yang batal terbang ke Ternate, mengatakan waktu pengembalian hingga dua minggu membuatnya kesulitan mengatur alternatif perjalanan.

"Jadi katanya petugas, kalau mau tunggu 2 hari lagi. Tapi kalau mau refund berarti uangnya dikembalikan 14 hari," kata Ami saat ditemui di Terminal 1 Soetta.

Ami menambahkan ia masih bingung memilih tinggal di bandara atau menginap di rumah saudara di Jakarta karena dana belum cair. Ia berharap proses bisa dipercepat agar segera kembali ke kampung halaman.

Alasan keselamatan utama

Ariga menegaskan pembatalan dan penundaan bertujuan menjaga keselamatan penumpang. Maskapai dan otoritas bandara menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama sebelum melanjutkan operasional penerbangan.

"Mengutamakan penumpang, paling penting memikirkan keselamatan, itu yang paling kita utamakan," ujar Ariga.

Dengan situasi yang masih dinamis, maskapai meminta penumpang tetap memantau informasi resmi dan menyiapkan pilihan antara menunggu atau mengajukan pengembalian sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait