BEI Gelar Public Expose Live 2026, Buka Peluang Investasi
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan Public Expose Live 2026 secara virtual pada 7–11 September 2026. Sebanyak 45 Perusahaan Tercatat berpartisipasi, memberi kesempatan publik memperoleh informasi kinerja, strategi, dan prospek bisnis langsung dari manajemen sebelum memutuskan berinvestasi.
Tujuan dan manfaat kegiatan
Kegiatan ini bertujuan memperkuat keterbukaan informasi dan komunikasi antara perusahaan tercatat dengan investor. BEI menyebut keterbukaan yang konsisten sebagai fondasi membangun kepercayaan jangka panjang serta mendukung pasar modal yang lebih berintegritas dan berdaya saing global.
“Kami berharap komunikasi antara manajemen Perusahaan Tercatat dan investor terus terjaga, hingga setelah kegiatan ini berakhir. Keterbukaan informasi yang konsisten menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan jangka panjang,” saidu Solihin, Direktur Penilaian Perusahaan BEI.
Penyelenggara dan rangkaian acara
Public Expose Live 2026 merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Self-Regulatory Organization (SRO). SRO terdiri dari beberapa institusi, antara lain:
- PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI)
- PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
- Bursa Efek Indonesia (BEI)
Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia dan mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Peserta, format, dan akses publik
Kegiatan diisi pemaparan perusahaan tercatat dan sesi konferensi pers untuk media. Pada penyelenggaraan 2025, acara ini menjaring 11.954 peserta, dan BEI optimistis jumlah partisipan tahun ini meningkat.
Public dapat mengakses sesi ini dengan melakukan registrasi melalui pubexlive.idx.co.id. Semua sesi berlangsung secara virtual sehingga investor di berbagai daerah dapat mengikuti tanpa hadir langsung.
Dampak untuk investor dan perusahaan
Dengan mendapatkan informasi langsung dari manajemen, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan investasi yang lebih rasional. Bagi perusahaan tercatat, kegiatan ini membantu memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sekaligus memperkuat hubungan dengan investor.
Partisipasi aktif berbagai pihak diharapkan meningkatkan pemahaman publik tentang mekanisme pasar modal dan memperkuat kepercayaan terhadap sistem yang ada. Kegiatan ini juga membuka peluang bagi investor baru untuk mempelajari prospek perusahaan yang ingin mereka masuki.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...