Kereta Cepat Whoosh Aman Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau
Kereta Cepat Whoosh tetap beroperasi aman
Operasional dan pemantauan harian
Pengelola merilis data operasional harian untuk memastikan kelancaran layanan. Petugas mengoperasikan rangkaian uji dari kedua arah sebelum pemberangkatan penumpang untuk memantau kondisi visual sepanjang jalur.
Pusat Kendali Operasi (Operation Control Center/OCC) mencatat seluruh prasarana vital berfungsi normal. Komponen listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS) dan sistem persinyalan dilaporkan tetap bekerja baik.
Sistem otomatis dan tindakan keselamatan
Sistem otomatisasi Whoosh akan mengeluarkan notifikasi jika terdeteksi parameter abnormal di area perlintasan. Kecepatan kereta dapat dikurangi secara otomatis untuk menjaga keselamatan penumpang.
Tim teknis juga memeriksa komponen kritis seperti penyaring udara di rangkaian, kamera pemantau pantograf, isolasi, gardu listrik, perangkat persinyalan, serta mekanisme seluruh wesel.
Kondisi jalur dan visibilitas
Laporan masinis menunjukkan jarak pandang sepanjang jalur masih dalam batas normal. Rangkaian kereta dilengkapi pembersih kaca otomatis dengan semprotan air untuk menjaga visibilitas pengemudi.
Pengawasan intensif berlangsung sepanjang jalur sepanjang 142,3 kilometer. Infrastruktur terdiri dari 82,7 km struktur layang dan 42,78 km jalur di atas tanah. Jalur tersebut melintasi 13 terowongan dengan total panjang 16,82 km.
Koordinasi dan himbauan bagi penumpang
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyatakan peningkatan pemantauan operasional armada melalui pengawasan berlapis yang melibatkan unit operasi, keselamatan, serta pengelolaan sarana dan prasarana.
“Berdasarkan hasil pemantauan hingga saat ini, seluruh sarana dan prasarana Whoosh berfungsi normal dan tidak ditemukan kendala yang mengganggu perjalanan. Whoosh tetap beroperasi dengan aman dan normal dengan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama,” ujar Eva.
Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, mengimbau calon penumpang menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas. Perusahaan menjalankan Volcanic Ash Risk Assessment berdasarkan data resmi dari BMKG.
“Penumpang diimbau menggunakan masker dan kacamata, terutama saat berada di area terbuka stasiun, serta menjaga kondisi kesehatan. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas dan memantau informasi terkini melalui Contact Center serta media sosial resmi Whoosh,” kata Emir Monti.
Pengelola fokus pada pemeriksaan area terbuka yang berpotensi terkena material abu vulkanik untuk menjaga keandalan layanan dan keselamatan penumpang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
IHSG Terkoreksi 0,25% di Penutupan 7 September 2026
IHSG ditutup turun 0,25% ke 6.619,67 pada 7 Sept 2026; nilai transaksi Rp13,5 triliun. Pasar mencermati data...
IHSG Melemah 0,12% di Jeda Siang 7 Sept 2026
IHSG turun 0,12% ke 6.628,19 pada jeda siang 7 Sept 2026; volume Rp8,47 triliun. Pilarmas perkirakan pelemah...
Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Naik ke USD146,5 Miliar
Cadangan devisa Indonesia akhir Agustus 2026 naik menjadi USD146,5 miliar, setara pembiayaan 5,4 bulan impor...
Strategi Pasang Promo GoFood Merchant untuk Jangkau Lebih Banyak Pelanggan
Panduan strategi pasang promo GoFood Merchant: pilih menu tepat, hitung margin, atur waktu, dan manfaatkan P...
Harga Emas Galeri24 & UBS Turun, Cek Rinciannya 7 Sept 2026
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian turun pada 7 September 2026; Galeri24 Rp2.576.000/g dan UBS Rp2.611...
Lions Air Tanggapi Keluhan Proses Refund di Bandara Soetta
Lions Air jelaskan mekanisme refund dan reschedule setelah pembatalan penerbangan di Soetta akibat erupsi An...