Ekonomi

IHSG Melemah 0,12% di Jeda Siang 7 Sept 2026

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG saat jeda siang 7 September 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 0,12 persen pada jeda siang perdagangan Senin, 7 September 2026, menempatkan indeks di level 6.628,19. Pergerakan ini terjadi setelah indeks sempat menguat di pagi hari, namun berbalik turun menjelang penutupan sesi pertama.

Pergerakan IHSG di sesi pertama

IHSG dibuka dengan sentimen positif dan sempat menyentuh posisi tertinggi di 6.667,75. Namun, indeks kembali melemah dan menyentuh level terendah 6.620,52 sebelum jeda siang.

Perubahan hari ini menunjukkan pergerakan yang fluktuatif antara area support dan resistansi yang telah diamati analis pasar.

Aktivitas transaksi dan komposisi saham

Pada sesi pertama tercatat volume transaksi saham sebesar 24,56 miliar lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp8,47 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 1,32 juta kali transaksi.

Dari sisi komposisi, tercatat 293 saham menguat, 292 saham melemah, dan 203 saham stagnan.

Beberapa saham yang paling banyak dijual oleh investor asing hari ini antara lain:

  • DSSA
  • ASII
  • BBCA
  • ANTM
  • ISAT

Analisis dan proyeksi Pilarmas

Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas memprakirakan IHSG berpotensi melemah terbatas pada perdagangan awal pekan. Mereka memberi acuan level teknikal sebagai patokan pergerakan singkat.

"Berdasarkan analisa teknikal, IHSG hari berpotensi melemah terbatas. IHSG akan bergerak di level support 6.600 untuk level resistansi 6.710,"

Sentimen domestik dan global

Pelaku pasar juga mencermati sejumlah rilis data ekonomi domestik dari Bank Indonesia sepanjang pekan. Hari ini BI dijadwalkan merilis data cadangan devisa, sementara indeks keyakinan konsumen diperkirakan keluar pada Rabu mendatang.

"Hari ini BI akan merilis data cadangan devisa, dan data indeks keyakinan konsumen pada Rabu lusa,"

Dari sisi global, perhatian tertuju pada data ekonomi Amerika Serikat. Salah satunya adalah indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI) yang diprakirakan mengalami kenaikan bulanan dan tahunan.

"Data inflasi Amerika akan dirilis Jumat mendatang. Data ini akan menjadi tolok ukur penting bagi The Fed dalam memutuskan tingkat suku bunga nantinya,"

"Meskipun secara sentimen sedikit, namun dampak yang diberikan akan terasa terkait dengan data ekonomi di Amerika."

Prospek pasar

Dengan kombinasi data domestik dan rilis ekonomi AS pekan ini, pasar kemungkinan akan bergerak hati-hati. Investor diperkirakan akan mempertimbangkan data cadangan devisa serta angka inflasi AS sebelum mengambil keputusan alokasi aset.

Pergerakan IHSG ke depan tetap dipengaruhi dinamika arus modal asing dan respons pasar terhadap data ekonomi utama dalam negeri dan global.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait