Menkes Imbau 3 Langkah Lindungi Diri dari Abu Anak Krakatau
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat tidak panik dan mengurangi aktivitas di luar rumah saat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berlangsung. Imbauan disampaikan melalui akun Instagram @bgsadikin pada Minggu, 6 September 2026, beserta tiga langkah perlindungan kesehatan yang perlu diikuti.
1. Lindungi saluran pernapasan
Pertama, masyarakat diminta menutup saluran pernapasan untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu. Menkes menekankan pentingnya penggunaan masker yang menutup hidung dan mulut.
“Kalau pun harus keluar, jangan lupa pakai masker. Utamakan memakai masker dengan tipe KN95,”
Jika masker KN95 tidak tersedia, gunakan masker apa pun yang ada sebagai proteksi sementara. Intinya, jangan biarkan hidung dan mulut terbuka saat berada di luar.
2. Lindungi mata dari partikel abu
Kedua, Budi mengingatkan bahwa partikel halus dalam abu dapat mengiritasi mata. Oleh karenanya, orang yang terpaksa beraktivitas di luar dianjurkan memakai kacamata untuk mengurangi masuknya partikel ke mata.
“Abu ini ada partikel-partikel kecilnya yang bisa membuat mata kita jadi terganggu. Oleh karena itu, kalau yang punya kacamata, pakailah kacamata kalau kita harus keluar,”
3. Cara aman membersihkan abu
Ketiga, saat membersihkan abu dari halaman atau atap, Budi mengingatkan agar abu tidak disapu dalam kondisi kering. Abu kering akan beterbangan dan meningkatkan paparan.
“Kalau kita mau membersihkan abu, jangan disapu saat kering. Harus abunya disemprot dulu dengan air agar basah supaya abunya tidak terbang kemana-mana saat kita bersihkan,”
Langkah yang disarankan adalah membasahi terlebih dahulu hingga lembab, lalu membersihkan. Ini mengurangi risiko partikel kembali menyebar ke udara.
Koordinasi dan arahan resmi
Budi juga meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi. Kementerian Kesehatan akan terus berkoordinasi dengan BNPB dan BMKG untuk memperbarui kondisi erupsi dan potensi dampaknya.
“Sekali lagi, jangan panik,”
Masyarakat diimbau memantau arahan pemerintah dan mengambil langkah perlindungan sederhana tadi untuk menjaga kesehatan selama sebaran abu berlangsung.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Wamenkes Sebut Tanda Awal Gangguan Kesehatan Jiwa
Wamenkes mengingatkan warga waspadai tanda awal gangguan kesehatan jiwa; gejala yang konsisten dua minggu ha...
Wamenkes: Risiko Gangguan Jiwa Anak dan Remaja Meningkat
Wamenkes Dante soroti kenaikan gejala depresi dan kecemasan pada anak dan remaja berdasarkan data CKG dan GS...
Risiko Kesehatan Akibat Asap Karhutla: ISPA, Jantung, Kulit
Asap karhutla meningkatkan risiko ISPA, PPOK, gangguan jantung, iritasi mata dan kulit; kelompok rentan haru...
PB PDHI Tegaskan Peran Vital Dokter Hewan untuk Kesehatan Publik
PB PDHI menegaskan dokter hewan berperan penting menjaga keamanan produk hewani, mencegah zoonosis, dan meng...
PB PDHI: Indonesia Butuh Minimal 30 Ribu Dokter Hewan
PB PDHI menilai Indonesia membutuhkan minimal 30.000 dokter hewan karena jumlah saat ini sekitar 16.000 belu...
Kasus TBC di Banten Baru 66% Terdeteksi, Dinkes Kejar 90%
Dinkes Banten sebut 33.495 kasus TBC terdeteksi (66%) hingga Sept 2026; sekitar 17.255 pasien belum ditemuka...