Mengenal City Pop: Genre Musik Jepang 1970-an yang Bangkit Kembali
City pop adalah genre musik asal Jepang yang lahir pada akhir 1970-an hingga 1980-an dan kini kembali populer di platform digital. Genre ini memadukan unsur pop, jazz, funk, dan disko untuk merekam nuansa kehidupan perkotaan yang glamor namun santai. Kebangkitan kembali terjadi lewat rekomendasi algoritma dan unggahan lagu lawas, dengan lagu "Plastic Love" sebagai contoh paling menonjol.
Asal, era, dan latar sosial
Menurut kajian Universitas Pendidikan Indonesia, city pop muncul seiring modernisasi dan perkembangan hidup perkotaan di Jepang pada 1970-an hingga 1980-an. Periode itu ditandai pertumbuhan ekonomi yang membuka akses budaya Barat. Perangkat seperti Walkman dan stereo mobil membuat lagu-lagu city pop mudah dijangkau masyarakat urban.
Ciri musik dan instrumen
Karakter city pop cenderung groovy, melodius, dan mudah diingat. Nuansanya terasa santai sekaligus mewah, cocok untuk perjalanan malam, berkendara, atau santai di kafe.
- Instrumen umum: gitar elektrik, synthesizer, bass, drum
- Gaya pengaruh: pop, jazz, funk, disko, R&B, soft rock
Musisi dan karya penting
Beberapa nama kunci yang mengembangkan city pop antara lain:
- Happy End
- Sugar Babe
- Tin Pan Alley
- Tatsuro Yamashita
- Mariya Takeuchi
- Anri
Pada awal 1980-an, karya Tatsuro Yamashita dan Mariya Takeuchi membuat genre ini semakin populer. Salah satu lagu yang menjadi simbol era adalah "Plastic Love", yang kemudian ditemukan kembali oleh pendengar global lewat unggahan anonim di YouTube pada 2017.
Kebangkitan digital dan dampaknya
Popularitas city pop sempat meredup setelah perubahan selera dan runtuhnya gelembung ekonomi Jepang. Namun sejak era streaming, rekomendasi algoritma dan playlist nostalgia mengangkat kembali minat publik. Versi panjang "Plastic Love" yang viral menjadi gerbang bagi pendengar muda menemukan katalog city pop lainnya.
Pengaruh di Indonesia
Di Indonesia, pengaruh city pop tampak pada aransemen dan nuansa karya beberapa musisi kontemporer. Nama-nama seperti Maliq & D’Essentials, RAN, dan Tompi kerap disebut membawa elemen serupa. Di kalangan musisi lokal, genre ini juga dikenal sebagai pop urban.
Sebagai penutup, kebangkitan city pop menunjukkan bagaimana arus digital dan nostalgia bisa menghidupkan kembali genre lawas. Dengan akses streaming yang semakin mudah, city pop berpotensi terus memengaruhi karya musik modern dan menjangkau pendengar lintas generasi.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Madani Film Festival 2026 Usung Tema Rimpang, Digelar 7-11 Oktober
Madani Internasional Film Festival 2026 bertema Rimpang digelar 7-11 Oktober di Jakarta, mendorong kolaboras...
Song Kang dan Kim Sohyun Reuni di Drakor 'White Scandal'
Song Kang dan Kim Sohyun dipastikan reuni sebagai pemeran utama drama MBC 'White Scandal', adaptasi webtoon...
DKJ Imbau Warga Waspada Pembelian Tiket 'Orchestra Experience'
DKJ mengimbau warga berhati-hati membeli tiket 'Orchestra Experience' setelah laporan dan pembatalan mendada...
Olivia Pilih Isyana untuk Lagu Pancasila Beraransemen Orkestra
Produser Olivia Zallianty memilih Isyana Sarasvati menyanyikan lagu Pancasila versi orkestra untuk menjangka...
Lee Jae Wook Bintangi Dead-End Job, Tayang 30 Oktober 2026
Lee Jae Wook membintangi serial Netflix Dead-End Job, tentang pekerja paruh waktu yang menerima tawaran berb...
Serial Fast & Furious Tayang 2028, Vin Diesel Jadi Produser
Peacock setujui serial Fast & Furious tayang 2028; Vin Diesel akan menjadi produser eksekutif dan proyek ber...