X-59 Selesaikan 25 Penerbangan, Siap Uji Dentuman Supersonik Senyap
Pesawat eksperimental supersonik senyap X-59 milik NASA telah menyelesaikan 25 penerbangan uji hingga 8 September 2026 dan kini bersiap memasuki tahap validasi akustik. Penerbangan uji terakhir berlangsung pada 21 Agustus dari Armstrong Flight Research Center, Edwards, California, dengan durasi 72 menit, mencapai kecepatan Mach 1,2 dan ketinggian sekitar 49.000 kaki.
Rincian penerbangan uji
Penerbangan ke-25 berlangsung sebagai bagian dari rangkaian tes bertahap. Selama 72 menit itu, X-59 mencapai Mach 1,2 dan terbang di ketinggian hampir 49 ribu kaki. Sebelumnya, pesawat ini juga telah mencapai target jelajah hingga Mach 1,4 dan ketinggian 55 ribu kaki pada sesi uji lain.
Seluruh uji terbang dilakukan dari Armstrong Flight Research Center di Edwards, California. Setiap penerbangan dimonitor ketat untuk mengumpulkan data performa dan akustik sebelum melaju ke fase berikutnya.
Hasil teknis dan kinerja
Menurut laporan teknis, hasil penerbangan sejauh ini sesuai prediksi yang dibuat lewat pemodelan komputer, pengujian terowongan angin, dan analisis lain. Data menunjukkan karakteristik kendali, stabilitas, dan beban pada struktur pesawat bekerja sesuai perkiraan.
Tim uji melaporkan tidak ada gangguan tak terduga, seperti ketidakstabilan aerodinamis atau getaran berlebih. Temuan ini memberikan dasar yang lebih kuat bagi langkah validasi berikutnya.
Langkah berikutnya: validasi akustik
Setelah menyelesaikan 25 penerbangan, NASA menyiapkan X-59 untuk memasuki fase penting, yakni validasi akustik. Pada tahap ini, pesawat akan diterbangkan menggunakan berbagai perangkat pemantau untuk merekam dan menganalisis tanda suara yang dihasilkan selama penerbangan supersonik.
Tujuan uji akustik adalah mengonfirmasi bahwa desain X-59 mampu menghasilkan dentuman supersonik yang jauh lebih pelan dibandingkan sonic boom konvensional. Validasi ini akan menjadi bukti teknis untuk potensi penerbangan supersonik komersial di atas daratan.
Impak dan prospek
Keberhasilan fase uji ini menempatkan X-59 pada posisi krusial dalam pengembangan teknologi supersonik yang lebih ramah komunitas. Jika validasi akustik membuktikan klaim peredaman suara, teknologi ini bisa membuka jalan bagi peraturan penerbangan supersonik yang lebih longgar di masa depan.
NASA akan terus merilis data dari pengujian akustik untuk mendukung analisis regulator dan pengembang pesawat. Perjalanan X-59 kini berlanjut ke uji yang menentukan kemampuan pesawat membungkam dentuman supersonik tanpa mengorbankan performa penerbangan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
NASA Abadikan Tiga Siklon Tropis Bersamaan di Pasifik
Satelit DSCOVR merekam tiga siklon tropis—Lowell, Karina, dan Marie—berputar bersamaan di Pasifik awal Septe...
BepiColombo Mulai Fase Kedatangan di Merkurius setelah 8 Tahun
BepiColombo mulai fase kedatangan di Merkurius pada 3 Sept 2026 setelah 8 tahun perjalanan; MPO dan Mio akan...
Awak ISS Padat Aktivitas: Riset Kesehatan dan Misi Kargo
Awak Ekspedisi 75 di ISS melakukan pemeriksaan kesehatan, uji pakaian listrik, dan persiapan kargo pasca-spa...
Hubble Ungkap Superbubble Raksasa di N44 dan Ribuan Bintang Bayi
Hubble merekam superbubble besar di nebula N44 (LMC) pada 4 Agustus 2026; fenomena ini mendorong pembentukan...
Kenapa Bayangan Jelas di Cermin tapi Tak di Kaca?
Cermin memantulkan cahaya lebih kuat sehingga bayangan tampak jelas, sementara kaca kebanyakan meneruskan ca...
Gemini Dorong Kreativitas Fesyen Indonesia Tembus Pasar Global
Google sebut Indonesia masuk Top Five pengguna Gemini; AI ini dimanfaatkan untuk riset, visualisasi desain,...