Hilirisasi Mineral Kunci Perkuat Kedaulatan Ekonomi Indonesia
Hilirisasi mineral menjadi strategi utama untuk memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia, kata Hatta Ridho, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Pernyataan ini disampaikan saat sosialisasi MediaMIND 2026 yang digelar oleh INALUM di Medan pada Kamis, 3 September 2026. Menurut Hatta, pengelolaan sumber daya alam tidak boleh berhenti pada eksplorasi dan pengiriman bahan mentah ke luar negeri; nilai tambah harus diciptakan di dalam negeri.
Hilirisasi untuk nilai tambah dan lapangan kerja
Hatta menekankan bahwa pengembangan industri hilir membuka peluang memperbesar nilai ekonomi komoditas mineral. Selain meningkatkan pendapatan, proses hilirisasi mampu menghadirkan lapangan kerja dan memperkuat kapasitas industri nasional. Transformasi ini penting untuk mengubah posisi Indonesia dari pengekspor bahan mentah menjadi produsen barang bernilai tambah.
Selama ini kita sering hanya berpikir bahwa Indonesia memproduksi, menggali, kemudian mengirimkan hasilnya. Padahal, yang lebih penting adalah bagaimana melakukan hilirisasi dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.
Peran perusahaan grup dan pengembangan komoditas
Hatta menyebutkan bahwa pembangunan ekosistem hilirisasi terintegrasi sedang dijalankan melalui grup perusahaan mineral. Langkah terkoordinasi ini diharapkan memperkuat rantai nilai dari hulu hingga hilir.
- Perusahaan anggota grup yang terlibat antara lain ANTAM, Bukit Asam, INALUM, dan TIMAH.
Pengelolaan beberapa komoditas strategis juga terus dikembangkan untuk meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan mendukung agenda pembangunan nasional.
- Komoditas yang disorot meliputi nikel, aluminium, bauksit, timah, dan emas.
Pengelolaan komoditas seperti nikel, aluminium, bauksit, timah, hingga emas terus dikembangkan agar menghasilkan manfaat ekonomi yang semakin besar. Sekaligus terhubung dengan agenda pembangunan dan kedaulatan ekonomi.
Peran generasi muda dan kompetisi MediaMIND 2026
Keberhasilan hilirisasi tidak lepas dari kualitas sumber daya manusia. Hatta menegaskan peran penting generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menghadirkan gagasan baru terkait pengelolaan SDA dan strategi hilirisasi.
Kompetisi MediaMIND 2026 mengangkat tema Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri dengan tujuan mendorong mahasiswa menggali solusi pengelolaan sumber daya dan kontribusi industri mineral terhadap kedaulatan ekonomi.
Suatu saat, para anak muda Indonesia akan menggantikan para pemimpin hari ini. Karena itu, dari sekarang harus mulai berpikir dan memberikan gagasan.
Implikasi ke depan
Percepatan hilirisasi butuh sinergi kebijakan, investasi, dan peningkatan kapasitas SDM. Fokus pada pengolahan dan pemanfaatan komoditas strategis di dalam negeri berpotensi memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Jika langkah ini terus berlanjut, manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas dapat dinikmati oleh masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Strategi Pasang Promo GoFood Merchant untuk Jangkau Lebih Banyak Pelanggan
Panduan strategi pasang promo GoFood Merchant: pilih menu tepat, hitung margin, atur waktu, dan manfaatkan P...
Harga Emas Galeri24 & UBS Turun, Cek Rinciannya 7 Sept 2026
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian turun pada 7 September 2026; Galeri24 Rp2.576.000/g dan UBS Rp2.611...
Lions Air Tanggapi Keluhan Proses Refund di Bandara Soetta
Lions Air jelaskan mekanisme refund dan reschedule setelah pembatalan penerbangan di Soetta akibat erupsi An...
IHSG Dibuka Menguat ke 6.652, Analis Prediksi Pelemahan Terbatas
IHSG dibuka menguat ke 6.652,09 pada 7 Sept 2026; Pilarmas perkirakan pelemahan terbatas dengan support 6.60...
Harga Emas Antam Turun Rp3.000 per Gram, Rincian Terbaru
Emas Antam turun Rp3.000 per gram pada 7 September 2026; harga 1 gram kini Rp2.637.000. Simak daftar harga p...
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.659 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah ke Rp17.659 per dolar AS; pasar menunggu data cadangan devisa dan sinyal suku bunga Th...