Kesehatan

Risiko Minum Teh Langsung Setelah Makan dan Saran Aman

Bagikan:
Cangkir teh di meja makan menunjukkan risiko minum teh setelah makan

Minum teh langsung setelah makan dapat mengurangi penyerapan nutrisi dan memicu keluhan pencernaan. Kebiasaan ini berdampak terutama pada penyerapan zat besi dari makanan nabati dan beberapa mineral penting.

Mengganggu penyerapan zat besi dan mineral

Teh mengandung tanin yang mampu mengikat zat besi dari makanan. Ikatan ini membuat tubuh sulit menyerap zat besi, khususnya dari sumber nabati.

Akibatnya, risiko kekurangan zat besi atau anemia bisa meningkat jika kebiasaan minum teh setelah makan berlangsung terus-menerus. Senyawa dalam teh juga dapat menghambat penyerapan mineral lain seperti seng dan magnesium.

Dampak pada pencernaan dan cairan tubuh

Selain pengaruh nutrisi, beberapa orang sensitif dapat mengalami keluhan pencernaan setelah minum teh pasca-makan. Kandungan kafein dalam teh bisa memicu kembung, nyeri ulu hati, atau mual pada sebagian orang.

Kafein juga bersifat diuretik ringan sehingga meningkatkan frekuensi buang air kecil. Untuk itu, kebutuhan cairan sebaiknya dipenuhi dengan air putih agar risiko dehidrasi terhindari.

Tanin juga diketahui memiliki efek antidiare pada beberapa orang, sehingga konsumsi teh berlebihan dapat memperbesar risiko konstipasi.

Siapa yang perlu lebih waspada

Kelompok yang sebaiknya lebih memperhatikan konsumsi teh setelah makan antara lain:

  • Anak-anak
  • Remaja
  • Ibu hamil
  • Orang yang sudah mengalami anemia atau gangguan penyerapan zat besi

Saran praktis: jeda dan alternatif minuman

Pakar kesehatan menyarankan memberi jeda antara makan dan minum teh. Jeda yang direkomendasikan berkisar 30 menit hingga 2 jam untuk meminimalkan gangguan penyerapan nutrisi.

Air putih tetap menjadi pilihan paling aman untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan setelah makan. Jika ingin meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan, konsumsi jus buah yang mengandung vitamin C dapat membantu.

Perlu diingat, konsumsi jus sebaiknya tidak ditambah gula berlebihan agar kadar gula darah dan berat badan tetap terjaga.

Dengan memahami mekanisme dan jeda yang dianjurkan, konsumsi teh tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan asupan nutrisi penting.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait