KAI Ajak Publik Jelajahi Jalur Bersejarah Kedungjati–Tuntang
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggelar program KAI Explore di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada 8–9 September 2026 untuk mengenalkan sejarah jalur Kedungjati–Tuntang kepada komunitas penulis dan penggemar sejarah kereta api.
Program, Tujuan, dan Kegiatan
Kegiatan ini dirancang sebagai perjalanan tematik yang memadukan edukasi sejarah dan pengalaman langsung di stasiun bersejarah. Peserta memperoleh akses ke Stasiun Kedungjati dan lingkungan sekitar untuk mempelajari aspek teknis dan kultural jalur kereta.
Program KAI Explore dikemas dalam tiga rangkaian kegiatan: Experience, Explore, dan Express, untuk menghadirkan pengalaman terstruktur bagi publik dan komunitas.
Sejarah Jalur Kedungjati–Tuntang
Jalur Kedungjati–Tuntang dibangun oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dan resmi beroperasi pada 21 Mei 1873. Stasiun Tuntang sendiri mulai dibangun sejak 1871 dengan gaya arsitektur khas NIS.
"Melalui KAI Explore, masyarakat dapat mengenal lebih dekat perjalanan panjang kereta api Indonesia, termasuk jalur Kedungjati–Tuntang yang memiliki nilai sejarah sejak masa awal perkembangan perkeretaapian di Indonesia," ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
Aktivitas Penumpang di Stasiun Kedungjati
Selama periode Januari–Agustus 2026, Stasiun Kedungjati mencatat total aktivitas pelanggan sebanyak 13.132 orang. Data tersebut meliputi jumlah penumpang naik dan turun yang tercatat pada stasiun bersejarah itu.
| Periode | Total Aktivitas | Naik | Turun |
|---|---|---|---|
| Januari–Agustus 2026 | 13.132 | 6.700 | 6.432 |
Kolaborasi dan Potensi Wisata
Menurut Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, program ini juga membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk memanfaatkan aset sejarah menjadi potensi wisata dan ekonomi lokal.
"KAI terus membuka ruang kolaborasi bersama masyarakat, komunitas, serta pemangku kepentingan untuk mengenal berbagai aset sejarah perkeretaapian Indonesia. Setiap jalur memiliki cerita yang dapat menjadi bagian dari perjalanan dan pembelajaran bersama," kata Wisnu.
Selain pengalaman di lokasi, peserta didorong untuk membagikan perspektif mereka melalui berbagai kanal media. Pendekatan ini diharapkan mendorong pengembangan wisata heritage seperti Museum Kereta Api Ambarawa yang terhubung dengan kawasan Tuntang.
Dengan menghadirkan kegiatan edukatif dan partisipatif, KAI menempatkan pelestarian sejarah perkeretaapian sebagai bagian dari strategi memperkuat nilai budaya sekaligus mendorong potensi ekonomi setempat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Rupiah Menguat 0,05% ke Rp17.632 pada 8 September 2026
Rupiah menguat 0,05% ke Rp17.632 pada 8 Sept 2026, dipengaruhi sentimen Selat Hormuz, data inflasi AS, dan c...
OJK: 58 Dana Pensiun Dibubarkan Sejak 2020, Aset Justru Tumbuh
OJK mencatat 58 dana pensiun dibubarkan sejak 2020, namun aset industri naik menjadi Rp1.699,99 triliun hing...
OJK Tuntaskan 187 Perkara Pidana Sektor Jasa Keuangan
OJK menyelesaikan 187 penyidikan pidana sektor jasa keuangan hingga 31 Agustus 2026, mayoritas di sektor per...
OJK Siapkan Mekanisme Harga untuk Bursa Mineral Komoditas
OJK menyiapkan dua RPOJK dan mekanisme price discovery untuk pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strateg...
OJK: Pembiayaan Modal Ventura Turun 0,46% Hingga Juli 2026
OJK mencatat pembiayaan modal ventura hingga Juli 2026 sebesar Rp16,32 triliun, terkontraksi 0,46% YoY, seme...
OJK Minta Blokir 38.375 Rekening Terindikasi Judi Online
OJK minta bank blokir 38.375 rekening terindikasi judi online dan lakukan EDD berdasarkan data Kemkomdigi.