DBL Manfaatkan Haornas 2026 untuk Perluas Partisipasi Olahraga
Memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 pada 2026, DBL Indonesia menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam olahraga, bukan hanya mengejar prestasi. Organisasi penyelenggara kompetisi basket pelajar itu memandang Haornas sebagai momentum untuk memperluas akses dan melibatkan lebih banyak pelajar di berbagai peran, dari pemain hingga suporter.
Filosofi DBL: partisipasi lebih dulu
Sejak menyelenggarakan kompetisi pada 2004, DBL menempatkan partisipasi sebagai fondasi pengembangan olahraga. Pendiri dan CEO DBL, Azrul Ananda, merangkum pendekatan itu dengan filosofi sederhana namun tegas: "Partisipasi adalah income, prestasi adalah cost."
Menurut Azrul, jika kesempatan ikut bermain terus diperluas, partisipasi akan mendanai proses menuju prestasi. Dengan kata lain, membangun ekosistem yang inklusif menjadi prioritas sebelum mengejar medali atau gelar.
Debut sekolah baru di musim 2026-2027
Antusiasme partisipasi terlihat dari sejumlah sekolah yang bergabung dalam kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027. Beberapa sekolah yang mencatat debut antara lain:
- SMA Wijaya Putra Surabaya
- SMA Ciputra Kasih
- SMAN 2 Bangkalan
- SMAN 3 Bangkalan
- SMA Bumi Progresif Sidoarjo
Sekolah-sekolah ini menunjukkan bahwa DBL kini bukan sekadar ajang elit, melainkan panggung bagi pelajar dari berbagai latar untuk merasakan pengalaman kompetisi dan berlatih dalam lingkungan terstruktur.
Membangun prestasi lewat kesempatan
Azrul berkali-kali menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak muncul secara instan. Ia menekankan perlunya proses panjang yang dimulai dari memberi kesempatan bermain, pembinaan, hingga pertandingan berkelanjutan.
"Prestasi itu penting, tetapi prestasi tidak bisa berdiri sendiri. Sebelum ada juara, harus ada anak yang mau bermain. Harus ada sekolah yang memberi kesempatan, orang tua yang mendukung, guru dan pelatih yang membina, serta kompetisi yang menyediakan panggung untuk mereka berpartisipasi," ujar Azrul Ananda.
Rangkaian kesempatan seperti itu, menurutnya, akan memperkuat ekosistem olahraga nasional dan membuka jalan bagi prestasi jangka panjang.
Implikasi ke depan
Dengan menempatkan partisipasi sebagai prioritas, DBL berkontribusi pada upaya pemerintah yang mengusung tema Haornas 2026, "Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar." Langkah ini diharapkan memperluas basis atlet potensial sekaligus membentuk kultur olahraga di sekolah dan keluarga.
Ke depan, fokus pada perluasan akses dan penyediaan panggung kompetitif dipandang penting untuk menjaga keberlanjutan prestasi olahraga di level nasional.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Kapolresta Bandung Cup: Puluhan Tim U-16 Berlaga di Jalak Harupat
Puluhan tim U-16 bersaing di Kapolresta Bandung Cup (2-5 Juli 2024) di Sor Si Jalak Harupat sebagai wadah pe...
Arsan Makarin Resmi Tinggalkan PERSIB Jelang Liga 1 2024/2025
PERSIB dan Arsan Makarin sepakat berpisah setelah dua musim; Arsan tampil 13 kali saat PERSIB jadi juara dan...
Atlet China Zhang Zhi Jie Meninggal saat Bertanding di AJC 2024
Atlet China Zhang Zhi Jie meninggal saat bertanding di BNI Badminton Asia Junior Championship 2024 di Yogyak...
Delvintor Raih Poin Pertama di MXGP MX2 Selaparang
Delvintor Alfarizi meraih poin pertama musim MXGP MX2 di Selaparang, Lombok, dengan finis P19 dan P15 pada 3...
Teddy Tjahjono Resmi Mundur dari Persib, Diganti Adhitia
Teddy Tjahjono resmi mundur sebagai Direktur Olahraga Persib efektif 31 Juli 2024; Adhitia Putra Herawan dit...
Marc Klok: Tantangan Format Baru Liga 1 2024/2025 bagi Persib
Marc Klok menyambut tantangan format baru Liga 1 2024/2025: juara ditentukan lewat double round robin tanpa...