Olahraga

Chivu Puji Mental Inter Meski Kalah 2-1 di Bernabeu

Bagikan:
Cristian Chivu memberi komentar setelah Inter kalah 2-1 dari Real Madrid di Santiago Bernabeu

Cristian Chivu memuji keberanian dan karakter timnya usai Inter kalah 2-1 dari Real Madrid di Santiago Bernabeu, Rabu, 9 September 2026. Meski kebobolan akibat dua kesalahan di awal laga, Chivu menilai reaksi para pemain dan bahasa tubuh mereka menunjukkan peningkatan. Kedua tim tampil keras, namun Inter tetap menunjukkan determinasi hingga akhir pertandingan.

Reaksi pelatih usai laga

Chivu menekankan pentingnya cara tim merespons kesalahan. Ia menyebut nyali dan kepribadian pemain sebagai aspek utama yang membuatnya puas meski hasil tidak memihak.

"Saya senang dengan keberanian dan kepribadian yang kami tunjukkan. Yang penting bagi saya adalah reaksi terhadap kesalahan tertentu dan bahasa tubuh."

Pelatih asal Rumania itu juga mengatakan Inter tidak bermain pasif. Mereka berani menekan dan menjalankan rencana permainan melawan lawan berkualitas.

"Kami tidak mencoba untuk duduk diam dan berspekulasi, kami berhadapan langsung dengan Real Madrid, dan itulah penampilan yang saya ambil dari pertandingan ini."

Penampilan individu yang disorot

Chivu memuji beberapa pemain yang menonjol. Ia khusus memberi pujian kepada kiper dan dua pemain lain yang tampil maksimal dalam situasi sulit.

"Pepo bereaksi seperti penjaga gawang papan atas, dia tetap fokus dan melakukan beberapa penyelamatan penting."

Chivu juga menunjukkan apresiasi kepada Carlos Augusto dan Andy Diouf. Carlos tercatat mencetak gol, sementara Diouf dinilai berani menghadapi salah satu full-back terbaik dunia secara langsung.

"Carlos berhasil mencetak gol, sementara Andy menunjukkan keberanian dan kepribadian dengan menghadapi salah satu full-back terbaik di dunia satu lawan satu."

Komentar dari Lautaro Martinez

Striker Lautaro Martinez menilai detail menjadi penentu di level Liga Champions. Menurutnya, dua kesalahan awal membuat situasi menjadi berat karena kualitas lawan sangat tinggi.

"Kami kebobolan dua gol dari dua kesalahan di awal pertandingan, itu membuat segalanya sulit karena mereka adalah tim dengan level sangat tinggi."

Lautaro menegaskan Inter tetap menunjukkan karakter tim papan atas dan berambisi menjuarai setiap kompetisi yang diikuti.

"Setiap kompetisi yang diikuti Inter adalah kompetisi yang ingin kami menangkan."

Ia juga menyatakan perlunya peningkatan penyelesaian akhir dan mengakui peran kiper lawan dalam memperumit usaha tim.

"Courtois adalah salah satu kiper terbaik di dunia, tapi sebagian juga karena kesalahan kami sendiri."

Jalan ke depan

Chivu menyebut tim belajar dari kekeliruan dan akan terus berkembang. Lautaro optimistis kekalahan ini masih bisa dibalas di pertandingan berikutnya.

Inter kembali berlaga di Liga Champions pada 13 Oktober di San Siro melawan Club Brugge. Tim bertekad memperbaiki performa dan mencari kemenangan demi melanjutkan kompetisi dengan ambisi tinggi.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait