Hiburan

Empat Musim Pertiwi Tembus TIFF dan BIFF 2026

Bagikan:
Poster film Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini

Film Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini akan melakukan world premiere di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 dan juga diputar di Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Film produksi Forka Films itu dijadwalkan rilis di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.

Jadwal festival dan rilis

Empat Musim Pertiwi memulai debut dunia di TIFF 2026 dan akan hadir di program A Window On Asian Cinema di BIFF 2026. Kehadiran di kedua festival ini bertepatan dengan upaya tim untuk memperkenalkan film ke penonton internasional sebelum penayangan di Tanah Air.

Skala produksi internasional

Proyek ini menjadi produksi terbesar bagi Forka Films, melibatkan enam negara dan jaringan produser serta rumah produksi internasional. Enam negara yang terlibat adalah:

  • Indonesia
  • Prancis
  • Belanda
  • Norwegia
  • Arab Saudi
  • Polandia

Kolaborator dalam produksi mencakup berbagai rumah produksi dan partner kreatif, antara lain Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros.

Kisah, genre, dan pendekatan artistik

Empat Musim Pertiwi mengikuti perjalanan tokoh Pertiwi, yang diperankan Putri Marino, saat ia kembali ke kampung halaman setelah puluhan tahun pergi. Kepulangan itu menghadirkan pertemuan dengan orang-orang masa lalu yang membangkitkan kenangan berbagai musim dalam hidupnya, dari momen terbaik hingga terberat.

Dalam film ini, Kamila Andini mengusung pendekatan cross-genre dan untuk pertama kalinya memasukkan elemen sci-fi dalam karya-karyanya. Ia menjelaskan alasan perpaduan ini sebagai bagian dari kebutuhan bercerita yang lebih luas dan universal.

“Saya sangat menyukai film-film sci-fi, namun baru sekarang merasa punya kebutuhan menampilkannya secara luas dan universal. Setiap cerita memiliki kebutuhannya sendiri, dan bagi saya ini juga akan menjadi salah satu cara terbaik untuk menyampaikannya,” — Kamila Andini

Proses produksi dan tantangan

Produksi berlangsung sepanjang 2025 dengan sebagian besar syuting dilakukan di kawasan Bromo. Lokasi meliputi permukiman, persawahan, hingga kawasan berpasir yang membutuhkan logistik besar. Menurut produser Ifa Isfansyah, skala dan detail desain produksi menambah tantangan hingga ke tahap post-production.

“Kami berharap penonton dapat merasakan perjalanan pulang Pertiwi dalam menemui musim-musim kehidupannya. Lewat penjelajahan artistik terbaru Kamila Andini, yang juga didukung oleh jajaran kru yang telah bekerja sama sejak Gadis Kretek,” — Ifa Isfansyah

Pemain dan representasi

Selain Putri Marino, film ini menampilkan aktor dan aktris ternama Indonesia. Daftar pemeran utama antara lain:

  • Arya Saloka
  • Christine Hakim
  • Hana Malasan
  • Shofia Shireen
  • Nagra Pakusadewo
  • Dwika Pradnyana
  • Maryam Supraba
  • Hanna Aretha
  • Totos Rasiti

Film ini juga menonjolkan keberagaman representasi melalui keterlibatan aktor dengan kondisi khusus, seperti Dwika Pradnyana (memiliki vitiligo) dan Hanna Aretha (aktor tuli).

Rekam jejak sutradara

Kembalinya Kamila Andini ke TIFF menambah catatan internasionalnya; sebelumnya film Yuni (2021) meraih Platform Prize di festival tersebut. Dukungan sales agent internasional dari Goodfellas (Prancis) membuka peluang distribusi global untuk Empat Musim Pertiwi.

Empat Musim Pertiwi diposisikan sebagai karya ambisius yang menggabungkan skala produksi internasional, eksplorasi genre, dan upaya representasi. Penayangan di festival utama dan rilis nasional pada 8 Oktober 2026 menjadi momen penting bagi tim kreatif dan perfilman Indonesia.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait