LPDB Koperasi Perkuat Mitigasi Risiko Hukum untuk Dana Bergulir
LPDB Koperasi menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Bandung pada Selasa, 9 September 2026 untuk memperkuat tata kelola, kepastian hukum, dan mitigasi risiko dalam pengelolaan dana bergulir. Kegiatan ini membahas mekanisme eksekusi personal guarantee, fidusia atas piutang lancar, serta pengikatan hak tanggungan tingkat pertama hingga berikutnya agar instrumen jaminan memberi perlindungan hukum yang kuat.
Tujuan dan partisipan FGD
FGD menghadirkan praktisi hukum dan pihak terkait, termasuk perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Jawa Barat, Law Office Rosalita Panjaitan and Associates, notaris, dan PPAT. Forum ini dimaksudkan untuk memastikan prosedur penyaluran dana bergulir didukung oleh instrumen hukum yang akuntabel dan adaptif terhadap regulasi.
Isi pembahasan: instrumen hukum dan implementasi
Diskusi memfokuskan pada tata cara eksekusi personal guarantee, jaminan fidusia atas piutang yang masih lancar, serta mekanisme pengikatan hak tanggungan berperingkat. Peserta menyoroti perlunya dokumen yuridis yang tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menekankan pentingnya aspek hukum sebagai bagian dari tata kelola lembaga dan perlindungan dana publik.
"Topik yang kita bahas hari ini bukan sekadar pemenuhan aspek formalitas hukum. Ini merupakan bagian penting dalam menegakkan prinsip tata kelola yang baik serta memberikan perlindungan optimal terhadap dana dan aset yang diamanahkan kepada LPDB Koperasi,"
Penguatan mitigasi risiko dan pengawasan awal
Krisdianto juga menegaskan bahwa mitigasi risiko harus dilakukan sejak awal, termasuk saat piutang masih berstatus lancar. Ia mendorong pengawasan, monitoring kepatuhan, dan sistem peringatan dini agar penurunan kualitas pembiayaan dapat dideteksi lebih cepat.
"Penanganan risiko jangan menunggu sampai piutang menjadi macet. Pengawasan terhadap jaminan, kepatuhan debitur, dan indikasi penurunan kinerja harus dilakukan sejak dini agar langkah pengamanan dapat dilakukan secara tepat,"
Standarisasi, penyelamatan aset, dan kapabilitas SDM
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, melaporkan bahwa FGD memiliki tiga fokus utama:
- Standardisasi dan validasi yuridis dokumen dan prosedur;
- Optimalisasi mekanisme penyelamatan aset dan eksekusi jaminan;
- Peningkatan kapabilitas teknis SDM yang terlibat dalam pengambilan keputusan pembiayaan.
"Kami berharap forum ini dapat menghasilkan rumusan rekomendasi dan best practices yang dapat diimplementasikan secara langsung dalam SOP operasional LPDB Koperasi sebagai bagian dari proses continuous improvement,"
Tindak lanjut dan implikasi
FGD juga menyoroti perlunya adaptasi terhadap sistem administrasi dan regulasi baru, termasuk implementasi Hak Tanggungan Terintegrasi Secara Elektronik (HT-el). LPDB Koperasi diminta memastikan validasi dokumen secara cermat dari pengecekan sertifikat hingga terbitnya sertifikat hak tanggungan elektronik.
Hasil diskusi diharapkan diterjemahkan menjadi rekomendasi konkret untuk penyempurnaan SOP, memperkuat akuntabilitas, efisiensi, dan kepatuhan hukum dalam pengelolaan dana bergulir. LPDB Koperasi menegaskan komitmen menerapkan langkah tindak lanjut yang nyata demi perlindungan dana publik dan dukungan terhadap kemajuan koperasi di Indonesia.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
OJK Percepat Pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
OJK percepat pembentukan BMKS dengan target POJK awal 10 Sept dan pengundangan 17 Sept 2026, langkah bertaha...
PPATK-KSEI Perkuat Integritas Pasar Modal Indonesia
PPATK dan KSEI teken MoU 8 Sept 2026 di BEI untuk memperkuat integritas pasar modal melalui koordinasi, pert...
UMKM BISA Ekspor Catat Transaksi USD333 Juta hingga Juli 2026
Program UMKM BISA Ekspor mencatat transaksi USD333 juta pada Januari–Juli 2026, naik signifikan dari USD134,...
Bank Mandiri Taspen Resmikan 10 RCEO untuk Percepat Transformasi
Mandiri Taspen melantik 10 RCEO pada 9 Sept 2026 untuk memperkuat kepemimpinan regional, percepat keputusan,...
Aktivitas Pelanggan Stasiun Ketapang Capai 553.202 Jan–Aug 2026
KAI mencatat 553.202 aktivitas pelanggan di Stasiun Ketapang (Jan–Aug 2026), naik 8,50% dibanding periode sa...
Lima Atlet Panjat Tebing Indonesia Bertolak ke Guiyang untuk Seri Dunia
Lima atlet panjat tebing Indonesia berangkat ke Guiyang untuk mengikuti World Climbing Series 11-13 Sep 2026...