Aktivitas Pelanggan Stasiun Ketapang Capai 553.202 Jan–Aug 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat 553.202 aktivitas pelanggan di Stasiun Ketapang selama Januari–Agustus 2026, meningkat 8,50 persen dibanding periode sama 2025. Pengumuman ini disampaikan oleh KAI pada Rabu, 9 September 2026.
Kenaikan dan data pergerakan
Kenaikan volume penumpang menunjukkan tren pertumbuhan sejak 2022. Pada periode Januari–Agustus 2025 tercatat 509.862 aktivitas pelanggan, sedangkan 2026 naik menjadi 553.202.
| Tahun / Periode | Aktivitas Pelanggan |
|---|---|
| 2022 | 277.928 |
| 2023 | 388.193 |
| 2024 | 449.867 |
| Jan–Aug 2025 | 509.862 |
| Jan–Aug 2026 | 553.202 |
Jika dibandingkan dengan 2022, peningkatan pelanggan Stasiun Ketapang mencapai sekitar 99,05 persen, menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan berkelanjutan pada lalu lintas penumpang.
Sejarah dan perkembangan stasiun
Perluasan jalur rel menuju Banyuwangi diprakarsai oleh perusahaan kereta kolonial Staatsspoorwegen (SS). Lintas Mrawan–Banyuwangi sepanjang 58 kilometer mulai dioperasikan secara resmi pada 2 Februari 1903.
Pada masa lalu, Stasiun Banyuwangi Lama terhubung langsung dengan Pelabuhan Boom untuk mendukung perdagangan laut. Pusat aktivitas pelabuhan berpindah ke Ketapang pada 1 Januari 1974, dan jalur dari Kabat menuju Banyuwangi Baru yang menghubungkan kawasan penyeberangan resmi beroperasi pada 7 September 1985. Stasiun Banyuwangi Lama dinonaktifkan pada 31 Maret 1988, dan lokasi stasiun kemudian mengalami perubahan nama pada 2019.
Stasiun Ketapang memiliki cerita panjang sejak kereta api mencapai Banyuwangi lebih dari satu abad lalu. Perjalanannya menggambarkan perubahan peran kereta api, dari mendukung aktivitas perdagangan hingga menjadi penghubung perjalanan masyarakat menuju Banyuwangi dan Bali.
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menekankan peran historis dan perkembangan stasiun tersebut.
Peran kontemporer dan prospek
Lokasi Stasiun Ketapang yang dekat pelabuhan memudahkan mobilitas masyarakat menuju Bali dan kawasan wisata sekitar. Pertumbuhan penumpang mencerminkan peningkatan kebutuhan transportasi lintas pulau dan aktivitas pariwisata.
Perjalanan Stasiun Ketapang menjadi bagian dari cerita panjang perkeretaapian Indonesia. Dari stasiun yang dahulu mendukung aktivitas perdagangan melalui Pelabuhan Boom hingga menjadi simpul mobilitas masyarakat saat ini, setiap perkembangan kawasan ikut membentuk perjalanan stasiun ini.
Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI, menyatakan bahwa perkembangan kawasan turut menentukan fungsi dan peran stasiun dalam mobilitas regional.
Dengan tren kenaikan penumpang yang konsisten, Stasiun Ketapang dipandang tetap vital sebagai simpul transportasi di ujung timur Pulau Jawa dan sebagai gerbang ke destinasi wisata serta pusat budaya yang telah berkembang selama lebih dari satu abad.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
IHSG Melemah Tipis ke 6.678, Kekhawatiran Inflasi Menguat
IHSG ditutup melemah 0,12% ke 6.678,20 pada 9 Sept 2026, terdorong kenaikan harga minyak dan ketegangan Timu...
MA Lantik Sarjito Jadi Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK
Sarjito dilantik sebagai Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK dan Anggota Dewan Komisioner, disumpah di hadapa...
IKK Agustus 2026 Naik ke 118,5, Konsumen Makin Optimis
IKK Agustus 2026 naik ke 118,5, didorong kenaikan IKE, IEK, dan beberapa komponen utama menurut Survei Konsu...
8 Transaksi Emas Digital di Tring! by Pegadaian untuk Investor Modern
Tring! by Pegadaian menawarkan delapan transaksi emas digital, dari beli mulai Rp10 ribuan hingga gadai, amb...
Harga Emas Galeri24 dan UBS Turun, Rincian Per 9 September 2026
Harga emas Galeri24 Rp2.560.000/gram dan UBS Rp2.585.000/gram pada 9 Sept 2026, keduanya mengalami penurunan...
Promo Whoosh Mulai Rp9.900, Flash Sale 9.9 di Tiket.com
KCIC dan Tiket.com gelar promo tiket Whoosh mulai Rp9.900 lewat program Double Date 9.9; rute dan jadwal fla...