OJK Percepat Pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat pengaturan dan kelembagaan untuk mendirikan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) agar dapat beroperasi sesuai mandat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026. Pernyataan itu disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas BMKS, Sarjito, usai dilantik di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu, 9 September 2026.
Target aturan dan jadwal awal
Sarjito menjelaskan langkah pertama adalah menerbitkan Peraturan OJK (POJK) sebagai landasan penyelenggaraan BMKS. POJK awal ditargetkan keluar pada 10 September 2026 dan mendapat persetujuan DPR sebelum diundangkan pada 17 September 2026.
"Besok tanggal 10, kami harus keluarkan POJK yang harus minta persetujuan DPR dan harus diundangkan tanggal 17 September. Itu POJK awal, dan kita menyusul POJK-POJK yang baru,"
Perpres dan daftar komoditas
Selain POJK, pembentukan BMKS masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) yang memuat daftar mineral dan komoditas strategis yang boleh diperdagangkan melalui bursa. Sarjito menegaskan perdagangan tidak akan langsung mencakup semua komoditas strategis.
Tahapan pengembangan dan prioritas
OJK akan mengembangkan BMKS secara bertahap. Prioritas diberikan pada komoditas yang paling siap dan memiliki prospek besar untuk diperdagangkan di bursa domestik. Pendekatan bertahap dipilih agar mekanisme pasar berjalan efektif.
"Kami tentu tidak ingin nanti banyak yang diperdagangkan, tapi it doesn't work. Tapi kita ingin gradual dan mana-mana yang bisa diperdagangkan terlebih dahulu,"
Belajar dari bursa eksisting
Meski BMKS adalah bursa baru, OJK akan mengevaluasi pengalaman bursa komoditas yang sudah ada seperti JFX dan ICDX. Evaluasi mencakup kualitas data, interoperabilitas sistem, dan kemampuan menangkap transaksi secara menyeluruh.
"Bursanya ini kan benar-benar baru dari nol. Kami lihat analisisnya dulu, kelemahannya, apa yang kita bisa perbaiki,"
Tujuan: membangun rujukan harga dan meningkatkan pengawasan
Sarjito menekankan tujuan strategis BMKS adalah membangun price reference dari dalam negeri. Saat ini Indonesia sering menjadi price taker untuk beberapa komoditas utama, termasuk nikel.
"Kita itu sebagai penghasil nikel terbesar di dunia, tetapi kita tidak pernah bisa menentukan harganya. Harganya ditentukan di yurisdiksi lain, oleh pihak-pihak lain, itu ironi,"
Proses pencapaian rujukan harga akan berlalu bertahap:
- Mulai sebagai price taker
- Menjadi price influencer
- Menuju kapasitas sebagai price maker
Selain itu, bursa domestik diharapkan meningkatkan transparansi transaksi dan membantu pemerintah mengawasi praktik seperti transfer pricing dan under invoicing. Efektivitas mekanisme ini juga potensial memperkuat penerimaan negara melalui devisa dan pajak.
Dengan rencana pengaturan yang jelas dan evaluasi dari sistem eksisting, OJK berupaya membangun BMKS yang andal dan berkelanjutan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan mineral dan komoditas strategis.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...